Ketelitian diuji, keterampilan diasah, kompetensi diperkuat demi pelayanan kesehatan yang lebih terarah. Ruang praktik menjadi tempat pembuktian, ketika pengetahuan bertemu kesiapan menghadapi tantangan pelayanan. Semangat tersebut mewarnai pelaksanaan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Nasional yang diselenggarakan Program Studi D4 Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa (UHB). Kegiatan berlangsung pada 11 hingga 12 Oktober 2026 di Laboratorium OSCE Terpadu, Kampus 1 UHB, Purwokerto. Sekitar 64 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mengikuti ujian untuk mengukur keterampilan klinis dan kesiapan profesional mereka.

Pelaksanaan OSCE Nasional ini melibatkan mahasiswa UHB bersama peserta dari sejumlah perguruan tinggi lainnya. Mereka berasal dari Polisada Surakarta, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (Unisa Jogja), Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, serta Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Kehadiran peserta lintas institusi tersebut memperlihatkan peran UHB sebagai salah satu lokasi pelaksanaan evaluasi kompetensi mahasiswa keperawatan anestesiologi. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga standar kemampuan calon tenaga kesehatan sebelum memasuki lingkungan pelayanan profesional.

OSCE merupakan metode penilaian keterampilan klinis melalui serangkaian situasi praktik yang disusun secara terstruktur. Melalui pendekatan tersebut, peserta dinilai berdasarkan kemampuan menerapkan pengetahuan, menjalankan prosedur, serta mengambil keputusan sesuai kompetensi yang dipersyaratkan. Bagi mahasiswa keperawatan anestesiologi, penguasaan keterampilan klinis memiliki arti penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien. Ketepatan tindakan, pemahaman prosedur, dan kesiapan menghadapi situasi klinis menjadi aspek penting dalam pembentukan tenaga kesehatan yang kompeten.

Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menilai pelaksanaan OSCE Nasional sebagai bagian penting dalam menjaga mutu pendidikan kesehatan. Menurutnya, penguasaan teori perlu diimbangi kemampuan praktik yang terukur dan bertanggung jawab. “Kompetensi tenaga kesehatan tidak cukup dibangun melalui pemahaman teori, tetapi harus dibuktikan melalui keterampilan klinis yang terukur. Pelaksanaan OSCE Nasional menjadi bagian penting dalam memastikan mahasiswa memiliki kesiapan profesional, ketelitian, serta tanggung jawab terhadap keselamatan pasien. Kami berharap proses evaluasi ini turut memperkuat kualitas lulusan keperawatan anestesiologi yang mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pelaksanaan ujian yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi juga memiliki nilai strategis bagi penguatan ekosistem pendidikan kesehatan. Kesamaan orientasi terhadap standar kompetensi menjadi landasan penting untuk mempersiapkan tenaga kesehatan yang berkualitas. Upaya tersebut sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga mengenai kehidupan sehat dan sejahtera. Peningkatan kompetensi calon tenaga kesehatan merupakan salah satu faktor pendukung terselenggaranya pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu.

Pada saat yang sama, penerapan evaluasi keterampilan klinis secara terstruktur turut mendukung tujuan keempat SDGs tentang pendidikan berkualitas. Penilaian berbasis kompetensi membantu memastikan proses pendidikan tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga mencakup kemampuan penerapannya. Melalui penyelenggaraan OSCE Nasional, UHB terus mengambil bagian dalam penguatan pendidikan tenaga kesehatan yang berorientasi pada kompetensi dan keselamatan pasien. Keterlibatan mahasiswa lintas perguruan tinggi juga membuka ruang bagi penguatan hubungan antarinstitusi pendidikan kesehatan.

Pelaksanaan ujian selama dua hari tersebut menjadi tahapan penting bagi sekitar 64 peserta dalam mengukur kesiapan keterampilan klinis mereka. Hasil evaluasi diharapkan menjadi bekal pengembangan kompetensi menuju praktik pelayanan kesehatan yang profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

LPH

By LPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *