Universitas Harapan Bangsa dan Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Banyumas memperkuat kolaborasi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Peningkatan Mutu Penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi. Penandatanganan berlangsung di Kantor Bawaslu Kabupaten Banyumas, Senin, 21 September 2026. Kerja sama ini membuka ruang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga pengalaman praktis mahasiswa dalam bidang demokrasi dan kepemiluan.
Nota kesepahaman ditandatangani Ketua Bawaslu Kabupaten Banyumas Imam Arif Setiadi dan Rektor Universitas Harapan Bangsa Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H. Kesepakatan tersebut menjadi landasan kedua lembaga untuk meningkatkan mutu pendidikan demokrasi dan pengawasan Pemilu. Kerja sama juga diarahkan pada penguatan Tridarma Perguruan Tinggi serta pelaksanaan program Diktisaintek Berdampak melalui kemitraan yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Bagi UHB, kolaborasi tersebut memperluas kesempatan mahasiswa memperoleh pembelajaran di luar ruang kelas. Mahasiswa dapat mengenal proses demokrasi dan pengawasan Pemilu melalui pengalaman langsung di lingkungan kelembagaan. Ruang lingkup kerja sama mencakup praktik dan magang mahasiswa pada bidang demokrasi dan kepemiluan. Kolaborasi juga meliputi penelitian, pengembangan keilmuan, penulisan karya ilmiah, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Kedua lembaga juga dapat menyelenggarakan berbagai forum akademik. Kegiatan tersebut mencakup pelatihan, lokakarya, seminar, simposium, workshop, serta program lain yang mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

Rektor UHB Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili mengatakan kerja sama dengan Bawaslu dapat menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan akademik dan praktik kelembagaan. “Perguruan tinggi perlu memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami demokrasi tidak hanya dari teori. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa dapat belajar langsung mengenai kepemiluan, pengawasan, partisipasi masyarakat, serta pentingnya integritas dalam kehidupan demokrasi,” kata Yuris.
Menurut beliau, ruang kolaborasi juga dapat dikembangkan melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, pengetahuan yang dihasilkan perguruan tinggi dapat memberi manfaat yang lebih luas. “Riset, magang, dan pengabdian masyarakat dapat menjadi bagian penting dari kerja sama ini. Kami berharap mahasiswa dan dosen mampu menghasilkan gagasan serta kontribusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Kolaborasi UHB dan Bawaslu Banyumas juga memiliki keterkaitan dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Pendidikan demokrasi dan penguatan partisipasi masyarakat sejalan dengan upaya membangun institusi yang efektif, inklusif, dan akuntabel sebagaimana semangat Sustainable Development Goals tujuan ke 16.

Pada saat yang sama, kemitraan antara perguruan tinggi dan lembaga publik mencerminkan semangat tujuan ke 17 mengenai penguatan kemitraan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Kegiatan pendidikan dan peningkatan kapasitas yang dirancang dalam kerja sama tersebut turut mendukung akses terhadap pembelajaran berkualitas. Melalui kolaborasi ini, UHB dan Bawaslu Banyumas berkomitmen meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu dan Pemilihan. Mahasiswa juga diharapkan semakin aktif mengambil peran dalam kegiatan pengabdian yang berkaitan dengan pendidikan demokrasi.
Tindak lanjut kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada kerja sama administratif. Berbagai program konkret dalam pendidikan, riset, magang, dan pengabdian masyarakat menjadi ruang yang dapat dikembangkan UHB bersama Bawaslu Banyumas untuk memperkuat literasi demokrasi sekaligus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

