Universitas Harapan Bangsa semakin memperluas keterlibatannya dalam forum strategis yang mempertemukan perguruan tinggi dengan pemangku kebijakan nasional. Rektor UHB Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H. memenuhi undangan dalam kegiatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Selasa, 11 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan unsur DPR RI, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi. Forum ini menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman sekaligus penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat.
Sejumlah figur nasional dan akademisi hadir sebagai narasumber. Mereka antara lain Anggota Komisi XIII DPR RI H. Yanuar Arif Wibowo, S.H., M.I.Pol., Direktur Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan BPIP Dr. Toto Purbiyanto, S.Kom., M.Ti., serta Rektor Universitas Jenderal Soedirman Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng.
Kehadiran Rektor UHB dalam agenda tersebut menunjukkan semakin terbukanya ruang partisipasi UHB dalam forum yang menghubungkan pendidikan tinggi dengan isu kebangsaan. Bagi perguruan tinggi, keterlibatan tersebut penting untuk memastikan pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab sosial. Rektor UHB hadir didampingi Wakil Rektor II Ns. Martyarini Budi S., S.Kep., M.Kep., Ph.D. serta Sekretaris Yayasan Pendidikan Dwi Puspita Ida Dian Sukmawati, S.S., M.Pd.
Setibanya di Pendopo Si Panji, rombongan UHB mengikuti kegiatan bersama sejumlah unsur pemerintahan dan undangan lainnya. Wakil Bupati Banyumas turut hadir mewakili Bupati Banyumas yang berhalangan hadir.
Rektor UHB Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili menilai keterlibatan perguruan tinggi dalam penguatan nilai Pancasila memiliki arti penting bagi pendidikan generasi muda. “Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan nilai Pancasila hadir dalam proses pendidikan dan dalam tindakan nyata mahasiswa. Kami ingin lulusan UHB tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga integritas, kepedulian, dan kemampuan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Yuris. Menurutnya, kampus merupakan salah satu ruang penting untuk membangun karakter generasi muda. Pendidikan tinggi perlu menghubungkan pengetahuan dengan nilai kemanusiaan, tanggung jawab sosial, serta kesadaran sebagai warga negara.
“Bagi UHB, kesempatan untuk berada dalam forum bersama DPR RI, BPIP, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi lainnya menjadi ruang yang sangat baik untuk bertukar perspektif sekaligus memperluas kontribusi universitas bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.
Keterlibatan UHB juga membuka ruang semakin luas bagi perguruan tinggi untuk membangun jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi lintas institusi menjadi penting ketika persoalan pendidikan, karakter, dan pembangunan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Semangat tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa Bangsa yang mendorong pendidikan berkualitas, masyarakat yang damai dan inklusif, serta penguatan kemitraan antarlembaga. Nilai itu diterjemahkan melalui pendidikan yang tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi membangun manusia yang mampu berkontribusi bagi lingkungannya. Bagi UHB, undangan dalam agenda tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat posisi universitas sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi yang aktif berinteraksi dengan pemerintah, lembaga negara, dunia akademik, dan masyarakat.
Keterlibatan semacam ini diharapkan dapat terus berkembang menjadi kolaborasi yang lebih konkret dalam bidang pendidikan, pengembangan karakter, pengabdian masyarakat, serta berbagai program yang memberikan dampak langsung bagi generasi muda. Melalui partisipasi dalam forum strategis nasional dan daerah, UHB terus memperluas ruang kontribusinya. Kampus tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam menyiapkan generasi yang kompeten, mandiri, berkarakter, serta memiliki komitmen terhadap nilai kebangsaan.
