Mahasiswa Program Studi D4 Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa menjalani Objective Structured Clinical Examination atau OSCE Nasional pada 12 sampai 15 Agustus 2026. Ujian berlangsung di Laboratorium OSCE Terpadu Kampus 1 UHB, Purwokerto. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengukuran kompetensi mahasiswa melalui pengujian keterampilan klinis secara terstruktur dan objektif.
Pelaksanaan OSCE Nasional menempatkan mahasiswa pada sejumlah skenario klinis yang dirancang untuk mengukur kemampuan dalam menerapkan pengetahuan, keterampilan, komunikasi, serta pengambilan keputusan. Peserta menjalani setiap tahapan ujian sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan.
Penggunaan Laboratorium OSCE Terpadu UHB dalam pelaksanaan ujian nasional tersebut juga menjadi bagian penting dari kesiapan institusi dalam mendukung pendidikan tenaga kesehatan berbasis kompetensi. Fasilitas laboratorium memungkinkan proses asesmen dilakukan dalam lingkungan yang menyerupai situasi pelayanan klinis.
Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., mengatakan pelaksanaan OSCE Nasional tidak hanya menjadi tahapan akademik bagi mahasiswa. Menurutnya, ujian tersebut juga menjadi proses untuk memastikan calon tenaga kesehatan memiliki kesiapan profesional sebelum memasuki dunia pelayanan.
“OSCE Nasional menjadi salah satu tahapan penting untuk melihat kesiapan mahasiswa dalam menerapkan kompetensi yang telah mereka pelajari. Bagi UHB, proses ini juga menjadi bagian dari komitmen menjaga mutu pendidikan agar lulusan memiliki kemampuan klinis, tanggung jawab profesional, dan kesiapan menghadapi kebutuhan pelayanan kesehatan,” kata Yuris.
Menurut dia, keberadaan Laboratorium OSCE Terpadu menjadi salah satu pendukung proses pembelajaran dan evaluasi mahasiswa secara berkelanjutan. Sarana tersebut digunakan untuk membangun pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kondisi pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi praktik profesional.
Pelaksanaan OSCE Nasional juga mencerminkan pentingnya pendidikan tenaga kesehatan yang berorientasi pada kualitas pelayanan. Penguatan kompetensi calon tenaga kesehatan memiliki keterkaitan dengan upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menyediakan pendidikan tinggi yang bermutu dan relevan.
Upaya tersebut sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan serta penyediaan pendidikan berkualitas. Keterkaitan itu diwujudkan melalui proses pendidikan yang menempatkan kompetensi, keselamatan, profesionalisme, dan kesiapan lulusan sebagai bagian penting dari pembelajaran.
Melalui pelaksanaan OSCE Nasional di Laboratorium OSCE Terpadu, UHB terus memperkuat ekosistem pendidikan Keperawatan Anestesiologi yang memadukan pembelajaran akademik dengan penguasaan keterampilan klinis. Proses tersebut diharapkan membekali mahasiswa untuk memasuki dunia kerja dengan kompetensi yang terukur serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan layanan kesehatan.
