Gagasan berkembang, inovasi membentang, karya mahasiswa Universitas Harapan Bangsa (UHB) kini mendapat ruang di panggung internasional yang kian gemilang. Alma Dwi Saputri, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UHB, berhasil menempatkan riset media pembelajaran interaktif ARABELLA sebagai salah satu dari 12 artikel terpilih dalam The 17th Annual International Symposium of Foreign Language Learning (AISOFOLL) 2026. Simposium yang diselenggarakan SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) tersebut berlangsung pada 7 Oktober 2026 di Jakarta, mempertemukan gagasan penelitian mengenai pengembangan pembelajaran bahasa.
Keberhasilan ini menjadi capaian akademik bagi UHB dalam memperluas kontribusi mahasiswa pada forum ilmiah internasional. Melalui riset ARABELLA, Alma bersama tim penulis menghadirkan kajian mengenai pemanfaatan media interaktif untuk mendukung pembelajaran bahasa. Penelitian tersebut disusun bersama Tri Pujiani, M.Pd. dan Edi Suwandi, Ph.D. sebagai tim penulis pendamping. Kolaborasi ini memperlihatkan keterlibatan mahasiswa dan akademisi dalam mengembangkan penelitian yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
ARABELLA menjadi bagian dari upaya mengeksplorasi penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar. Pendekatan media interaktif membuka peluang bagi pengembangan pengalaman belajar yang lebih menarik, sekaligus mendorong keterlibatan peserta didik dalam memahami materi bahasa. Terpilihnya artikel tersebut dalam AISOFOLL 2026 memberikan kesempatan bagi karya akademik UHB untuk memperoleh perhatian dalam lingkungan penelitian internasional. Forum ini juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan mengenai pendekatan, tantangan, dan inovasi pembelajaran bahasa asing.
Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menilai capaian tersebut sejalan dengan upaya universitas membangun budaya penelitian sejak jenjang mahasiswa. “Keberhasilan riset ARABELLA menunjukkan pentingnya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan melalui penelitian. Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Yuris.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam forum ilmiah internasional merupakan bagian dari penguatan kualitas akademik dan pengembangan jejaring keilmuan UHB. “Partisipasi dalam forum internasional menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan, membangun kolaborasi, dan meningkatkan kualitas penelitian. Kami berharap pengalaman ini mendorong lahirnya lebih banyak karya mahasiswa yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan,” tambahnya.

Pengembangan media pembelajaran seperti ARABELLA juga memiliki relevansi dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa Bangsa. Khususnya, SDGs tujuan keempat yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas, inklusif, dan kesempatan belajar sepanjang hayat. Dalam konteks tersebut, penelitian berbasis teknologi dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperkaya metode pembelajaran. Namun, penerapannya tetap memerlukan pengujian agar manfaatnya terhadap proses belajar dapat diukur secara objektif.
Bagi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UHB, capaian ini memperlihatkan potensi kolaborasi penelitian mahasiswa dan dosen untuk menjawab perkembangan kebutuhan pendidikan bahasa. Kegiatan ilmiah internasional sekaligus membuka peluang pengembangan riset lanjutan dan pertukaran pengetahuan dengan akademisi dari berbagai institusi. Keberhasilan ARABELLA masuk dalam jajaran 12 artikel terpilih AISOFOLL 2026 menjadi catatan penting bagi perjalanan akademik mahasiswa UHB. Capaian tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat penelitian, mengembangkan inovasi pembelajaran, dan memperluas kontribusi universitas dalam pendidikan berkualitas.
