Universitas Harapan Bangsa menggelar UKOMNAS OSCE Periode 2 Tahun 2026 pada Sabtu dan Minggu, 25 dan 26 Juli 2026. Ujian berlangsung di Laboratorium OSCE Terpadu UHB dan diikuti 40 mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Kesehatan UHB.

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mengukur kesiapan mahasiswa dalam menjalankan pelayanan kefarmasian secara aman, tepat, dan profesional. Pelaksanaan ujian diawasi Penyelia Pusat, Dr. apt. Hariyanti, M.Si., bersama tim pelaksana dan penguji yang bertugas pada setiap rangkaian ujian.

UKOMNAS OSCE merupakan ujian kompetensi dengan metode simulasi pelayanan kefarmasian. Peserta menghadapi sejumlah skenario yang menggambarkan situasi nyata dalam praktik profesi apoteker.

Setiap peserta harus menunjukkan kemampuan berkomunikasi, menganalisis masalah, dan mengambil keputusan. Mereka juga dinilai dalam memberikan informasi penggunaan obat serta mengutamakan keselamatan pasien.

Koordinator UKOMNAS OSCE UHB, apt. Ikhwan Yuda Kusuma, M.Farm., Ph.D., mengatakan ujian tersebut tidak hanya mengukur penguasaan pengetahuan mahasiswa. Ujian juga menilai kemampuan peserta menerapkan kompetensi dalam situasi pelayanan yang terstruktur.

“Melalui UKOMNAS OSCE, kemampuan mahasiswa dinilai secara menyeluruh. Mereka harus menunjukkan ketepatan tindakan, komunikasi profesional, serta tanggung jawab terhadap keselamatan pasien,” kata Ikhwan.

Menurut dia, persiapan pelaksanaan ujian mencakup kesiapan laboratorium, peralatan, penguji, pasien standar, dan alur perpindahan peserta. Seluruh unsur tersebut disiapkan untuk menjaga objektivitas dan ketertiban ujian.

Peserta menjalani setiap tahapan sesuai jadwal dan prosedur yang telah ditetapkan. Mereka memasuki ruang ujian secara bergiliran untuk menyelesaikan kasus pada setiap stasiun penilaian.

Rektor UHB, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menilai UKOMNAS OSCE sebagai bagian penting dalam menjaga mutu lulusan. Ujian tersebut memastikan calon apoteker memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.

“Calon apoteker harus memiliki pengetahuan, keterampilan, integritas, dan kepedulian terhadap pasien. Kompetensi tersebut menjadi dasar pelayanan kesehatan yang bermutu dan bertanggung jawab,” ujar Yuris.

Pelaksanaan UKOMNAS OSCE juga memperkuat kontribusi UHB terhadap peningkatan kualitas pendidikan tenaga kesehatan. Upaya ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dalam menjamin pendidikan berkualitas dan kehidupan yang sehat.

Pendidikan profesi yang disertai pengujian kompetensi diharapkan menghasilkan apoteker yang siap menghadapi perkembangan pelayanan kesehatan. Lulusan juga dituntut mampu bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain dalam mendukung penggunaan obat yang rasional.

Melalui pelaksanaan UKOMNAS OSCE, UHB terus memperkuat sistem penjaminan mutu pendidikan profesi apoteker. Hasil ujian menjadi salah satu tahapan penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia pelayanan kefarmasian secara profesional.

LPH

By LPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *