Universitas Harapan Bangsa mengukuhkan 1.200 mahasiswa baru dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru di Kampus UHB Kembaran, Selasa, 29 September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 441 mahasiswa memperoleh dukungan beasiswa melalui sejumlah skema yang tersedia.

Pengukuhan tersebut menjadi awal perjalanan akademik mahasiswa sekaligus bagian dari upaya UHB memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan tinggi. Kegiatan dihadiri jajaran Yayasan Pendidikan Dwi Puspita, pimpinan UHB, perwakilan Pemerintah Kabupaten Banyumas, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Kembaran.

Ketua Yayasan Pendidikan Dwi Puspita, Iis Setiawan Mangku Negara, S.Kom., M.TI., mengatakan program beasiswa tahun ini menyediakan kuota bagi 500 mahasiswa. Hingga pelaksanaan pengukuhan, program tersebut telah menjangkau 441 penerima dari berbagai skema beasiswa. “Intinya jangan sampai ada anak yang ingin kuliah tetapi terhalang oleh pembiayaan. Tahun lalu kuota beasiswa hanya 300 mahasiswa naik ke 500 mahasiswa dan terserap 441 mahasiswa,” kata Iis.

Program tersebut mencakup KIP Kuliah yang dipadukan dengan dukungan yayasan serta beasiswa bagi mahasiswa berprestasi, yatim, dan penghafal Al Quran. Hampir 300 penerima tercatat berasal dari Kabupaten Banyumas. Perluasan dukungan pendidikan tersebut sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals, terutama tujuan keempat mengenai pendidikan berkualitas. Akses terhadap perguruan tinggi diharapkan semakin terbuka bagi masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi.

Rektor UHB Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menjelaskan rangkaian PKKMB juga diarahkan sesuai visi pengembangan UHB sebagai universitas berorientasi global dan kewirausahaan. Mahasiswa diperkenalkan dengan pengalaman entrepreneur agar memiliki perspektif yang lebih luas sejak memasuki dunia perguruan tinggi.

Sejumlah program studi baru juga mendapat perhatian mahasiswa, antara lain Robotika, Bisnis Digital, dan Pariwisata. Untuk Program Studi Pariwisata, UHB turut merancang kesempatan pengalaman internasional melalui program magang di Jepang. Orientasi terhadap masa depan tersebut berjalan bersamaan dengan penguatan kapasitas akademik UHB menghadapi perkembangan teknologi. Perhatian terhadap teknologi, kewirausahaan, akses pendidikan, dan pengalaman global menjadi bagian dari lingkungan pembelajaran yang dipersiapkan bagi mahasiswa baru UHB. Pendekatan tersebut juga bersinggungan dengan SDGs mengenai pendidikan berkualitas, inovasi, serta pengurangan kesenjangan akses pendidikan.

Pengukuhan 1.200 mahasiswa baru dengan dukungan beasiswa kepada 441 mahasiswa menjadi titik awal tahun akademik baru UHB. Kampus selanjutnya menghadapi tantangan untuk menerjemahkan akses pendidikan tersebut menjadi pembelajaran, inovasi, kewirausahaan, dan pengalaman global yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa serta masyarakat.

LPH

By LPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *