Dari Sudan ia membawa harapan, di Universitas Harapan Bangsa ia menemukan ruang untuk bertumbuh dan mengukir pencapaian. Hassan Khalid, mahasiswa internasional Program Studi S1 Sistem Informasi Universitas Harapan Bangsa, menjalani perkuliahan sembari aktif mengembangkan kemampuan melalui UKM Panahan UHB. Dari proses tersebut, Hassan berhasil mengoleksi tujuh medali dari dua kompetisi panahan sepanjang 2026.
Lima medali diraih Hassan dalam ajang IPB Archery Open 2026. Serta kemudian pada event sebelumnya meraih dua medali melalui Great Archery Warrior 2026. Capaian itu menunjukkan bagaimana pengalaman mahasiswa internasional di UHB dapat berkembang melampaui kegiatan akademik di ruang kelas.
Bagi Hassan, kuliah di Indonesia membuka perjalanan baru. Ia harus beradaptasi dengan lingkungan akademik, budaya, serta kehidupan sosial yang berbeda dari negara asalnya. Di tengah proses tersebut, mahasiswa S1 Sistem Informasi itu memilih tetap aktif mencari ruang untuk mengembangkan potensinya.
Panahan menjadi salah satu ruang tersebut.
Melalui UKM Panahan UHB, Hassan menjalani latihan bersama mahasiswa lainnya. Olahraga yang membutuhkan konsentrasi dan konsistensi itu menjadi bagian dari proses pengembangan dirinya selama menempuh pendidikan di UHB. Latihan yang dilakukan secara berkelanjutan kemudian membawanya memasuki arena kompetisi. Hassan mulai menguji kemampuan yang dibangun melalui latihan dalam sejumlah kejuaraan panahan.
Salah satu pencapaian tersebut hadir pada IPB Archery Open 2026. Kompetisi yang berlangsung di Lapangan Gelora IPB University, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 11 hingga 13 September 2026 menjadi salah satu panggung prestasinya. Dalam kejuaraan tersebut, Hassan turut memperkuat tim UHB. Ia menjadi bagian dari tim yang meraih Juara 1 kualifikasi barebow men team bersama Yuki Widiyanto dan Azhabul Kaffi.
Perjalanan prestasinya tidak berhenti di Bogor. Hassan yang sebelumnya berlaga dalam Great Archery Warrior 2026 membawa pulang dua medali. Dengan hasil tersebut, tujuh medali berhasil dikoleksinya dari dua kompetisi sepanjang tahun ini. Namun, angka medali bukan satu satunya cerita dari perjalanan Hassan. Kehidupannya sebagai mahasiswa internasional memperlihatkan pentingnya lingkungan perguruan tinggi yang memberi kesempatan mahasiswa untuk berkembang secara utuh.
Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menilai pengalaman Hassan mencerminkan proses pendidikan yang tidak berhenti pada pencapaian akademik. “Perjalanan Hassan menunjukkan bahwa mahasiswa internasional dapat tumbuh bersama lingkungan kampus melalui pengalaman akademik maupun nonakademik. Kami ingin setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengenali potensinya, membangun disiplin, dan berani menguji kemampuannya melalui berbagai pengalaman serta kompetisi,” ujar Yuris.
Menurutnya, keberagaman mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan belajar yang terbuka. Pertemuan mahasiswa dari berbagai latar belakang dapat memperluas pengalaman sekaligus membangun kemampuan berinteraksi dalam lingkungan lintas budaya. Kehadiran Hassan dari Sudan menjadi bagian dari dinamika tersebut. Di satu sisi, ia mempelajari bidang Sistem Informasi sebagai disiplin akademiknya. Di sisi lain, ia tumbuh bersama komunitas mahasiswa melalui olahraga.
Perjalanan itu sejalan dengan upaya UHB menciptakan pendidikan yang inklusif dan memberikan kesempatan pengembangan diri kepada mahasiswa dari berbagai latar belakang. Semangat tersebut bersinggungan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 10 mengenai pengurangan kesenjangan.
Kampus dalam konteks tersebut bukan hanya tempat memperoleh pengetahuan. Perguruan tinggi juga menjadi ruang perjumpaan, pengembangan karakter, serta pembentukan kemampuan yang diperlukan mahasiswa untuk menghadapi lingkungan global. Pengalaman Hassan sekaligus memperlihatkan peran kegiatan mahasiswa dalam proses pendidikan. Panahan menuntut disiplin latihan, kemampuan menjaga fokus, pengendalian diri, serta ketekunan menghadapi hasil yang tidak selalu sesuai harapan.
Nilai tersebut dapat berjalan beriringan dengan proses akademik. Mahasiswa belajar mengatur waktu antara perkuliahan, latihan, dan kompetisi. Mereka juga belajar bekerja bersama tim serta bertanggung jawab terhadap pilihan yang diambil. Bagi UHB, pengalaman mahasiswa internasional seperti Hassan menjadi bagian dari proses membangun lingkungan pendidikan yang semakin terbuka terhadap interaksi global. Internasionalisasi tidak hanya berlangsung melalui kerja sama antarperguruan tinggi, tetapi juga melalui pengalaman sehari hari mahasiswa di lingkungan kampus.
Dari ruang kuliah Sistem Informasi hingga arena panahan, Hassan terus menjalani prosesnya sebagai mahasiswa. Tujuh medali menjadi catatan pencapaian, tetapi perjalanan di baliknya menyimpan cerita yang lebih panjang tentang adaptasi, disiplin, dan keberanian mencoba. Dari Sudan menuju Indonesia, dari kampus menuju arena, Hassan membawa satu pesan sederhana melalui perjalanannya. Pendidikan memberi ruang untuk belajar, sedangkan keberanian untuk terus berkembang membuka ruang untuk berprestasi.
