Universitas Harapan Bangsa menerima visitasi Tim Ad Hoc Uji Kompetensi Nasional Keperawatan Anestesiologi di OSCE Center Kampus 1 UHB, Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan secara hybrid tersebut dilakukan untuk menilai kesiapan fasilitas dan pelaksanaan UKOMNAS Keperawatan Anestesiologi yang dijadwalkan berlangsung pada 9 dan 10 Agustus 2026. Dua anggota Tim Ad Hoc hadir langsung, yakni M. Aryadi A, S.Tr.Kes., SKM., M.Kes. dan Andika, S.Tr.Kes., M.Kes. Sementara itu, Ns. Hormat Janner Manurung, S.Tr.Kes., S.Kep., M.Kep. serta Nia Handayani, S.Tr.Kes., M.KM. mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting.

Tim Ad Hoc diterima langsung oleh Rektor UHB, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H. Rektor juga mengikuti rangkaian visitasi untuk melihat proses penilaian kesiapan OSCE Center UHB. Visitasi menjadi bagian penting sebelum pelaksanaan UKOMNAS. Tim meninjau kesiapan sarana, ruang ujian, serta berbagai komponen pendukung yang dibutuhkan dalam pelaksanaan uji kompetensi mahasiswa Keperawatan Anestesiologi.

Yuris mengatakan UHB berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi mahasiswa, khususnya pada Program Studi D4 Keperawatan Anestesiologi. “UHB sangat mendukung upaya untuk terus berkembang dan meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya Keperawatan Anestesiologi. Kami ingin UHB dapat menjadi salah satu acuan pengembangan kompetensi kesehatan di Jawa Tengah dan Indonesia. Dengan kualitas yang dimiliki, kami yakin mampu bersaing dengan perguruan tinggi di berbagai kota besar,” kata Yuris.

Ia menambahkan, masukan dari Tim Ad Hoc menjadi bagian penting dalam pengembangan fasilitas serta sistem pendidikan UHB. “Kami sangat mengharapkan masukan dari Tim Ad Hoc sebagai bahan evaluasi dan pengembangan ke depan,” ujarnya.

Perwakilan Tim Ad Hoc UKOMNAS Keperawatan Anestesiologi, M. Aryadi A, mengatakan lulusan pendidikan Keperawatan Anestesiologi perlu memiliki kemampuan profesional yang diikuti integritas dan karakter. “Harapannya, lulusan UHB memiliki kompetensi, integritas, dan karakter yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kemampuan yang terukur, komunikasi yang baik dan efektif, serta kemampuan berpikir kritis yang kuat menjadi bagian penting dari lulusan Keperawatan Anestesiologi,” kata Aryadi. Ia juga mengapresiasi dukungan UHB terhadap penyelenggaraan pendidikan dan persiapan uji kompetensi. Menurutnya, kesiapan institusi menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung proses pengukuran kompetensi calon tenaga kesehatan.

Kepala Lembaga Pemasaran dan Humas UHB, Riska Nadiya Salsabela, S.E., M.Sc., menilai visitasi tersebut menunjukkan pentingnya proses penjaminan mutu yang dilakukan secara berkelanjutan. “Visitasi ini bukan sekadar pemeriksaan kesiapan menjelang ujian. Proses ini menjadi kesempatan bagi UHB untuk memastikan setiap fasilitas dan sistem yang digunakan benar benar mendukung mahasiswa dalam menunjukkan kompetensinya secara objektif dan profesional,” kata Riska. Menurut Riska, kesiapan OSCE Center juga mencerminkan komitmen universitas dalam membangun ekosistem pendidikan kesehatan yang berkualitas dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

Upaya tersebut sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa Bangsa, terutama dalam memperluas pendidikan berkualitas sekaligus mendukung tersedianya tenaga kesehatan yang kompeten. Penguatan fasilitas pendidikan, evaluasi berkelanjutan, dan pengukuran kompetensi menjadi bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang mampu memberikan pelayanan kesehatan secara profesional.

Visitasi ini sekaligus menjadi tahap akhir persiapan UHB sebelum pelaksanaan UKOMNAS Keperawatan Anestesiologi pada 9 dan 10 Agustus 2026. Hasil evaluasi dan masukan Tim Ad Hoc diharapkan memperkuat kesiapan UHB dalam menyelenggarakan uji kompetensi sesuai standar nasional.

LPH

By LPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *