Universitas Harapan Bangsa menggelar Pemilihan Duta Farmasi yang dirangkaikan dengan Malam Keakraban Program Studi S1 Farmasi. Kegiatan berlangsung di Ballroom Surya Yudha Hotel Purwokerto, Sabtu, 18 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang pengembangan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kepercayaan diri mahasiswa. Acara ini juga bertujuan memperkuat hubungan antarmahasiswa dalam lingkungan Program Studi S1 Farmasi UHB.

Pemilihan Duta Farmasi diawali dengan penampilan para finalis pada sesi pidato. Sesi tersebut menjadi tahap penilaian utama pada malam puncak pemilihan. Sebelumnya, para calon duta telah mengikuti sejumlah tahapan seleksi dan penilaian. Proses tersebut dilaksanakan sebelum malam puncak untuk mengukur pengetahuan, karakter, dan kesiapan setiap peserta. Pada sesi pidato, finalis menyampaikan gagasan mereka di hadapan tim penilai dan peserta. Kemampuan berbicara, penguasaan materi, kepercayaan diri, serta kesiapan menjalankan peran duta menjadi unsur utama penilaian.

Berdasarkan hasil penilaian, Nelly Maryanti terpilih sebagai Duta Farmasi I. Vintan Syabilla Nur Yuana meraih gelar Duta Farmasi II. Sementara itu, Suci Wulandari dinobatkan sebagai Duta Farmasi Favorit.

Rektor UHB, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menilai kegiatan tersebut memiliki nilai pembelajaran bagi mahasiswa. “Duta Farmasi bukan sekadar gelar, tetapi tanggung jawab untuk menjadi teladan. Mereka diharapkan mampu membawa citra positif program studi melalui sikap, prestasi, dan kemampuan berkomunikasi,” kata Yuris. Menurutnya, mahasiswa farmasi membutuhkan kemampuan akademik yang kuat dan keterampilan berinteraksi dengan masyarakat. Kemampuan tersebut penting karena lulusan farmasi akan berhadapan dengan berbagai kebutuhan pelayanan kesehatan.

Kepala Lembaga Pemasaran dan Humas UHB, Riska Nadiya Salsabela, S.E., M.Sc., mengatakan pemilihan duta dapat menjadi ruang pembentukan representasi mahasiswa. “Para duta diharapkan mampu menyampaikan informasi tentang pendidikan farmasi secara jelas dan bertanggung jawab. Mereka juga dapat menjadi penghubung antara program studi, mahasiswa, dan masyarakat,” ujar Riska. Riska menambahkan, kemampuan komunikasi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik. Mahasiswa perlu memahami cara menyampaikan informasi kesehatan dengan bahasa yang tepat dan mudah dipahami.

Kegiatan ini sejalan dengan upaya mewujudkan pendidikan berkualitas dalam Sustainable Development Goals. Proses seleksi memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi di luar pembelajaran kelas. Penguatan keterampilan komunikasi dan kepemimpinan juga mendukung kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja. Kompetensi tersebut dibutuhkan untuk membentuk lulusan farmasi yang profesional, adaptif, dan mampu bekerja bersama masyarakat.

Setelah rangkaian pemilihan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi hiburan dalam Malam Keakraban. Penampilan DJ Ninopoly menciptakan suasana meriah dan mengundang antusiasme para peserta. Malam Keakraban menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun komunikasi yang lebih dekat. Kebersamaan tersebut diharapkan memperkuat kerja sama dan solidaritas selama menjalani proses pendidikan.

Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 Farmasi UHB tidak hanya memilih figur representatif. Program studi juga menyiapkan mahasiswa yang mampu memimpin, berkomunikasi, dan berkontribusi dalam lingkungan akademik maupun masyarakat.

LPH

By LPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *