Memulai kuliah bukan sekadar berpindah ruang belajar, tetapi memasuki tahap baru untuk tumbuh, beradaptasi, dan menentukan arah masa depan. Agar langkah mahasiswa lebih terarah dan komunikasi keluarga tetap terjaga, Universitas Harapan Bangsa menyelenggarakan Forum Komunikasi Orang Tua dan Wali Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027, Selasa, 13 Oktober 2026, melalui Zoom Meeting. Sekitar 350 orang tua dan wali mengikuti forum yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB tersebut.
Forum diselenggarakan Lembaga Kemahasiswaan, Alumni, dan Pusat Karir UHB. Kegiatan bertujuan memperkuat komunikasi universitas dengan keluarga mahasiswa sekaligus menjelaskan layanan pendampingan selama masa studi. Wakil Rektor I UHB, Ners. Murniati, S.Kep., M.Kep., membuka kegiatan dengan memperkenalkan jajaran pimpinan universitas dan pengelola akademik. Orang tua diperkenalkan kepada dekan, Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, serta Koordinator Profesi. Jajaran tersebut berasal dari Fakultas Kesehatan, Fakultas Ilmu Sosial, serta Fakultas Sains dan Teknologi. Pengenalan dilakukan agar keluarga mengetahui pihak yang berperan dalam mendampingi proses pendidikan mahasiswa.

Rektor UHB, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menilai komunikasi dengan keluarga merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan studi mahasiswa. “Pendidikan tinggi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara mahasiswa, universitas, dan keluarga. Komunikasi yang terbuka membantu kita mengenali kebutuhan mahasiswa lebih awal sehingga pendampingan dapat diberikan secara tepat. Kami berharap orang tua dan wali menjadi mitra UHB dalam mendukung kemandirian, perkembangan potensi, serta keberhasilan studi mahasiswa,” ujar Yuris.

Kepala LKAPK UHB, Linda Yanti, S.ST., M.Keb., selanjutnya menjelaskan layanan kemahasiswaan yang dapat dimanfaatkan mahasiswa. Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Akademik dan Keuangan, Hadi Jayusman, S.Kom., M.Kom., memaparkan layanan akademik dan administrasi. Orang tua juga memperoleh pengenalan sejumlah sistem digital UHB. Scalsa digunakan sebagai media pembelajaran, sedangkan Siakad mendukung akses nilai dan pengisian Kartu Rencana Studi. Sistem Siska digunakan untuk membantu pengajuan layanan surat menyurat mahasiswa.

Penjelasan tersebut memberikan gambaran kepada keluarga mengenai proses akademik yang akan dijalani mahasiswa. Keterbukaan informasi juga diharapkan membantu orang tua memahami prosedur layanan tanpa mengurangi kemandirian mahasiswa dalam mengelola tanggung jawab studinya. Staf keuangan UHB, Maria Paulina, S.Kep., Ns., M.Kep., turut menjelaskan prosedur pembayaran pendidikan. Informasi mencakup layanan perbankan, kode pembayaran, virtual account, serta ketentuan administrasi yang berkaitan dengan pengisian KRS.
Peserta juga mendapat informasi mengenai layanan loket dan komunikasi melalui WhatsApp pada jam kerja. Mahasiswa maupun orang tua diminta mencantumkan nama, NIM, dan keperluan agar layanan dapat diberikan secara tepat. Sesi diskusi berlangsung aktif. Orang tua dan wali menanyakan jadwal praktik, persiapan mahasiswa, komponen biaya pendidikan, hingga mekanisme pembayaran. Pertanyaan tersebut sekaligus menjadi masukan bagi UHB untuk memperjelas informasi serta memperkuat kualitas layanan mahasiswa. Komunikasi yang terbuka antara kampus dan keluarga juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan mendukung pendidikan berkualitas, sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa Bangsa.
Melalui forum ini, UHB berupaya menjaga kemitraan dengan keluarga sejak mahasiswa memulai perkuliahan. Sinergi tersebut diharapkan membantu mahasiswa beradaptasi, berkembang secara mandiri, dan menyelesaikan pendidikan dengan optimal.
