Universitas Harapan Bangsa (UHB) menghadirkan education influencer dan content creator Abdurrafi Afif dalam talkshow bertajuk pengembangan personal branding bagi generasi Z yang digelar pada Kamis, 21 Mei 2026, di Kampus 1 UHB. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Mitela & Viral Food Fest UHB 2026 tersebut diikuti mahasiswa angkatan 2025 yang mengikuti mata kuliah Mandiri dan Berbudaya. Acara dipandu oleh Education Consultant UHB, Ade Arifin Yusuf, dengan tujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun personal branding secara positif dan berkelanjutan melalui media sosial.

Dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif, Abdurrafi Afif membagikan pengalaman dan strategi membangun identitas digital di tengah perkembangan pesat platform media sosial. Menurutnya, banyak anak muda yang masih berorientasi pada popularitas instan tanpa memahami pentingnya konsistensi dalam membangun citra diri yang memiliki nilai dan manfaat jangka panjang.

Ia menekankan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara keinginan untuk viral dengan upaya membangun personal branding. Konten yang viral dapat terjadi sesaat, namun personal branding membutuhkan proses yang konsisten, autentik, dan relevan dengan nilai yang ingin ditampilkan kepada publik.

“Jangan fokus hanya pada viral. Viral itu bisa datang dan pergi. Yang lebih penting adalah bagaimana orang mengenal diri kita melalui karya dan nilai yang kita bagikan secara konsisten. Jangan pernah takut dinilai gagal saat membuat konten, karena setiap proses adalah bagian dari pembelajaran,” ujar Abdurrafi Afif di hadapan peserta.

Menurutnya, rasa takut terhadap komentar negatif sering menjadi hambatan terbesar bagi generasi muda untuk mulai berkarya di ruang digital. Padahal, kemampuan berkomunikasi, berpikir kreatif, dan membangun jejaring melalui media sosial merupakan keterampilan yang semakin dibutuhkan di era ekonomi digital saat ini.

Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menilai kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen UHB dalam membentuk lulusan yang mandiri, adaptif, dan memiliki kemampuan menghadapi perubahan zaman.

“Mahasiswa hari ini tidak cukup hanya unggul secara akademik. Mereka juga perlu memiliki identitas profesional yang kuat, kemampuan komunikasi yang baik, serta keberanian untuk menunjukkan potensi diri secara positif di ruang digital. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa belajar membangun reputasi yang akan menjadi modal penting dalam karier dan kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Lembaga Pemasaran dan Humas UHB, Riska Nadiya Salsabela, S.E., M.Sc., menyampaikan bahwa literasi digital dan personal branding merupakan kompetensi yang semakin relevan bagi generasi muda.

“Kami melihat media sosial bukan sekadar sarana hiburan, tetapi juga ruang untuk belajar, berjejaring, dan mengembangkan peluang karier. Karena itu, UHB terus menghadirkan figur inspiratif yang mampu memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa mengenai pemanfaatan platform digital secara produktif dan bertanggung jawab,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan mengenai strategi membuat konten edukatif, membangun audiens, hingga cara menjaga konsistensi dalam berkarya di tengah kesibukan perkuliahan.

Melalui kegiatan ini, UHB tidak hanya memperkuat kompetensi nonakademik mahasiswa, tetapi juga mendorong terciptanya generasi muda yang kreatif, inovatif, dan siap berkontribusi dalam ekosistem digital yang semakin berkembang. Upaya tersebut selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang mendorong pendidikan berkualitas dan peningkatan keterampilan generasi muda untuk menghadapi tantangan dunia kerja masa depan.

LPH

By LPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *