Universitas Harapan Bangsa menjajaki kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Senin, 27 Juli 2026. Pertemuan berlangsung di Kantor Wakil Bupati Purbalingga dan diterima langsung oleh Wakil Bupati Dimas Prasetyahani, S.E., M.M.
Penjajakan tersebut membahas beasiswa kuliah gratis sampai lulus bagi generasi muda Purbalingga. Kedua pihak juga membicarakan pembinaan desa sehat mental sebagai program pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan daerah.
Delegasi UHB dipimpin Ketua Yayasan Pendidikan Dwi Puspita Iis Setiawan Mangkunegara, S.Kom., M.TI. Ia didampingi Pengawas Yayasan Yetti Laini Yusefa, S.E., M.M. dan Rektor UHB Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H.
Pertemuan juga dihadiri Kepala LPA UHB Erna Yuli Setyawati. Sekretaris LPPM Bidang Kerja Sama Ikhwan Yuda Kusuma turut mengikuti pembahasan tersebut.
Dalam pertemuan itu, UHB menawarkan skema perluasan akses pendidikan tinggi bagi pemuda Purbalingga. Program tersebut diarahkan untuk menjangkau calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik, tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi.
Beasiswa dirancang untuk memberikan kesempatan kuliah hingga lulus sesuai ketentuan yang akan disepakati. Mekanisme seleksi, kuota, program studi, dan kriteria penerima akan dibahas dalam tahap lanjutan.
Rektor UHB Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili mengatakan, kerja sama perguruan tinggi dan pemerintah daerah harus memberikan manfaat langsung. Kemitraan juga perlu menjawab persoalan pendidikan, kesehatan, dan pembangunan sumber daya manusia.
“Penjajakan ini menjadi langkah awal untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Purbalingga,” kata Yuris.
“Melalui beasiswa dan pembinaan desa sehat mental, kami ingin menghadirkan program yang terukur, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.
Selain bidang pendidikan, UHB menawarkan pengembangan desa sehat mental dengan melibatkan dosen dan mahasiswa. Program tersebut dapat mencakup edukasi kesehatan mental, deteksi awal, pendampingan keluarga, dan penguatan kader masyarakat.
Pendekatan berbasis desa diharapkan membantu masyarakat mengenali persoalan kesehatan mental sejak dini. Program juga diarahkan untuk mengurangi stigma terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan psikologis.
Kerja sama ini selaras dengan upaya memperluas pendidikan berkualitas dan mengurangi kesenjangan akses pendidikan. Program desa sehat mental juga mendukung peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi memperkuat kemitraan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Pendidikan, kesehatan, dan kelembagaan daerah dapat dikembangkan melalui program yang terintegrasi.
Hasil pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui pemetaan kebutuhan dan penyusunan ruang lingkup kerja sama. Kedua pihak juga akan membahas pembagian peran, sasaran penerima manfaat, serta indikator keberhasilan program.
Penjajakan ini diharapkan menjadi fondasi kolaborasi jangka panjang antara UHB dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Kerja sama tersebut diarahkan untuk menghasilkan program pendidikan dan kesehatan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
