Universitas Harapan Bangsa (UHB) melalui Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMSI) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertajuk Sambang Sinau Teknologi di Pendopo Wakil Bupati Purbalingga, Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan yang mengusung tema pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan pemanfaatan teknologi digital ini diikuti oleh 60 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Purbalingga. Acara terselenggara atas kolaborasi antara UHB, Garda Emas Purbalingga, serta Pemerintah Kabupaten Purbalingga yang diwakili oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Purbalingga.

Pelatihan difokuskan pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pemasaran produk. Materi utama yang diberikan meliputi desain konten media sosial menggunakan Canva, pembangunan identitas merek atau brand identity, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membuat konten promosi yang lebih efektif dan menarik.

Kegiatan dipandu oleh dosen Program Studi Sistem Informasi UHB, yaitu Retno Agus Setiawan, S.Kom., M.T. dan Krisna Widi Nugraha, S.Kom., M.Kom. Peserta tidak hanya mendapatkan materi teoritis, tetapi juga melakukan praktik langsung membuat desain promosi produk UMKM dengan pendampingan mahasiswa Sistem Informasi UHB. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai fitur Canva AI serta teknik prompting untuk menghasilkan konten promosi yang sesuai dengan karakteristik usaha masing masing.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Purbalingga mengapresiasi inisiatif yang dilakukan UHB dalam mendukung penguatan sektor UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital. Menurutnya, penguasaan teknologi menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing usaha di era ekonomi digital.

“Kegiatan ini semoga menjadi langkah baik untuk mewujudkan UMKM tangguh khususnya di Kabupaten Purbalingga,” ujarnya.

Sementara itu, Krisna Widi Nugraha menjelaskan bahwa identitas merek yang kuat merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan konsumen dan memperkuat posisi usaha di pasar yang semakin kompetitif.

“Brand identity yang kuat membantu usaha tampil lebih khas dan mendukung persepsi positif konsumen,” katanya.

Pada sesi pemanfaatan AI, Retno Agus Setiawan menekankan bahwa teknologi kecerdasan buatan dapat menjadi alat bantu yang mudah diakses oleh pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas promosi produk tanpa harus memiliki kemampuan desain profesional.

“Penggunaan AI membantu pelaku UMKM dalam menyusun konten promosi yang sesuai dengan karakteristik produk yang mereka miliki,” jelasnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak pelaku UMKM yang aktif berdiskusi dan mencoba berbagai fitur AI untuk menghasilkan materi promosi yang lebih menarik. Upaya peningkatan literasi digital bagi pelaku usaha ini sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan menciptakan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta mengurangi kesenjangan akses terhadap teknologi melalui pendidikan dan peningkatan keterampilan masyarakat.

Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menilai bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pengabdian kepada masyarakat harus mampu menghadirkan solusi yang aplikatif. Melalui pelatihan teknologi digital ini, UHB ingin membantu pelaku UMKM meningkatkan daya saing usaha sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan di daerah,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Lembaga Pemasaran dan Humas UHB, Riska Nadiya Salsabela, S.E., M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UHB dalam membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi.

“Kami melihat transformasi digital sebagai kebutuhan utama bagi UMKM saat ini. Karena itu, UHB berupaya menghadirkan program yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan agar dampaknya benar benar dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut, Program Studi Sistem Informasi UHB telah merencanakan program pelatihan lanjutan berupa pembuatan satu website untuk satu UMKM. Program tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat kehadiran digital mereka. Dengan langkah berkelanjutan tersebut, Sambang Sinau Teknologi tidak hanya menjadi kegiatan pelatihan sesaat, tetapi juga bagian dari upaya bersama dalam membangun UMKM yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi digital di masa depan.

LPH

By LPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *