Universitas Harapan Bangsa sukses membuka hari pertama rangkaian The 1st Global Learning Opportunities and Bridges for Excellence atau GLOBE 2026 Online International Conference pada Kamis 9 April 2026. Pertemuan ilmiah berskala global ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga 10 April 2026 dengan fokus utama merumuskan masa depan pendidikan bahasa Inggris yang berkelanjutan melalui integrasi teknologi dan kompetensi global. Melalui platform Zoom dan YouTube, para pakar dari India, Malaysia, Pakistan, hingga Vietnam berkumpul untuk membedah peran kecerdasan buatan dan nilai budaya dalam memperkuat kualitas pembelajaran di era digital.

Penyelenggaraan hari pembuka ini secara halus mengintegrasikan agenda Sustainable Development Goals atau SDGs United Nations khususnya pada pilar pendidikan berkualitas dan kemitraan untuk mencapai tujuan. Dengan menyatukan perspektif dari berbagai belahan dunia, konferensi ini menciptakan jembatan bagi terciptanya akses pengetahuan yang lebih inklusif dan merata bagi masyarakat global. Fokus pembahasan diarahkan agar inovasi pendidikan tidak hanya mengejar kemajuan teknis namun juga mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi perkembangan sosial dan kemanusiaan.

Rektor Universitas Harapan Bangsa Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H. dalam pengamatannya terhadap jalannya acara menyampaikan bahwa GLOBE 2026 merupakan wadah transformatif yang menyatukan ide ide brilian dari berbagai latar belakang budaya dan institusi. Beliau menekankan bahwa konferensi ini adalah bagian dari upaya jangka panjang universitas untuk memastikan setiap lulusan memiliki kesiapan mental dan intelektual yang selaras dengan kebutuhan dunia masa depan. Komitmen ini bertujuan agar pendidikan yang diberikan tetap relevan dan mampu menjadi motor penggerak bagi kesejahteraan masyarakat dunia melalui komunikasi global yang efektif.

Seiring berjalannya sesi diskusi, penekanan pada keseimbangan antara kecanggihan algoritma dan pelestarian identitas budaya menjadi poin krusial yang dibahas oleh para pembicara utama. Hal ini penting untuk memastikan bahwa teknologi tetap berfungsi sebagai alat pendukung yang tidak menghilangkan sisi kemanusiaan dalam interaksi pendidikan internasional. Upaya kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan pendidikan yang adaptif terhadap perubahan namun tetap berpijak pada nilai nilai etika dan moral.

Kepala Lembaga Pemasaran dan Humas UHB Riska Nadiya Salsabela, S.E., M.Sc. menjelaskan bahwa antusiasme tinggi dari para mitra internasional pada hari pertama ini membuktikan betapa pentingnya sinergi lintas negara dalam memajukan kualitas pendidikan tinggi. Ia menilai konferensi ini menjadi sarana strategis bagi universitas untuk memperkenalkan model pendidikan yang responsif terhadap isu isu global kepada publik luas. Keberhasilan pelaksanaan hari pertama ini menurutnya menjadi modal penting untuk melanjutkan pembahasan yang lebih mendalam pada sesi sesi berikutnya di hari kedua guna mencapai kesepakatan kolaborasi yang lebih konkret.

Agenda hari pertama ini ditutup dengan sesi panel yang merangkum berbagai pemikiran inovatif mengenai praktik terbaik pengajaran bahasa Inggris dan teknologi informasi. Seluruh rangkaian diskusi ini akan dilanjutkan pada hari kedua dengan agenda presentasi makalah yang lebih spesifik dan pengumuman penghargaan bagi para peneliti terbaik. Universitas Harapan Bangsa berkomitmen untuk merangkum seluruh hasil pemikiran dari dua hari pelaksanaan ini ke dalam publikasi ilmiah internasional sebagai kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dunia.

LPH

By LPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *