Universitas Harapan Bangsa (UHB) bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar program mudik gratis bagi ribuan perantau di Jakarta pada Senin, 16 Maret 2026. Pelepasan rombongan yang dipusatkan di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus menekan risiko kecelakaan lalu lintas selama masa angkutan Lebaran 2026.
Rombongan pemudik dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. Turut hadir dalam seremoni tersebut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, Omar Udaya, S.STP, M.Si., beserta jajaran, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Banyumas, Roni Hidayat, S.STP., M.Si. Agenda tahunan ini kembali menjadi magnet bagi warga Jawa Tengah di ibu kota yang hendak pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman.
Sebagai bentuk perhatian terhadap kenyamanan pemudik selama di perjalanan, UHB memberikan jaket eksklusif kepada seluruh peserta yang mengikuti program ini. Pemberian atribut ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung fisik selama perjalanan jauh di dalam bus, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan identitas keluarga besar perantau Jawa Tengah yang didukung oleh institusi pendidikan.
Rektor UHB, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menyampaikan bahwa keterlibatan akademisi dalam memfasilitasi mobilitas warga merupakan perwujudan nyata dari pengabdian masyarakat. Menurutnya, inisiatif ini bukan sekadar bantuan transportasi, melainkan upaya kolektif dalam mewujudkan kota dan pemukiman yang inklusif serta berkelanjutan.
“Dukungan UHB dalam program ini, termasuk pemberian fasilitas jaket bagi pemudik, merupakan langkah konkret untuk memastikan aspek kesejahteraan dan perlindungan warga terjaga selama proses mobilitas massal. Hal ini selaras dengan poin kesebelas dari Sustainable Development Goals (SDGs) mengenai sistem transportasi yang aman, terjangkau, dan memperhatikan kenyamanan bagi semua lapisan masyarakat,” ujar Dr. Yuris di sela acara pelepasan.
Selain aspek lingkungan, program ini memiliki dampak signifikan terhadap kesejahteraan sosial dan pengurangan kesenjangan. Kehadiran akses transportasi gratis membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk tetap merayakan momen sakral tanpa terbebani biaya perjalanan yang kerap melonjak tajam menjelang hari raya.
Kepala Lembaga Pemasaran dan Humas (LPH) UHB, Riska Nadiya Salsabela, S.E., M.Sc., menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor ini memperkuat kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan global. Ia menilai sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menciptakan solusi bagi permasalahan publik yang kompleks.
“Melalui koordinasi intensif bersama Dishub dan DPMPTSP Banyumas, kami memastikan setiap detail keberangkatan, termasuk pembagian jaket sebagai standar kenyamanan perjalanan, dilakukan secara terukur. Aktivitas ini membuktikan bahwa kemitraan strategis sesuai poin tujuh belas SDGs mampu menciptakan ekosistem pendukung yang manusiawi bagi masyarakat perantau agar mereka bisa kembali ke daerah asal dengan selamat dan penuh martabat,” kata Riska.
Kegiatan yang telah menjadi tradisi ini berjalan dengan tertib sejak pagi hari. Para pemudik tampak antusias mengenakan jaket pemberian UHB sambil menaiki bus yang telah disiapkan sesuai dengan tujuan masing-masing di wilayah Jawa Tengah. Program mudik dan balik rantau gratis 2026 diharapkan dapat terus berlanjut sebagai model kerja sama publik yang efektif dalam meningkatkan indeks kebahagiaan warga sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah pasca libur panjang.
