Mengukur bukan sekadar memberi angka, mengevaluasi bukan sekadar membaca hasil semata. Ketepatan penilaian menjadi pijakan agar pembelajaran terarah, capaian terukur, dan mutu pendidikan terus tumbuh secara nyata. Universitas Harapan Bangsa menggelar Workshop OBE Direct and Indirect Assessment dalam Evaluasi Capaian Pembelajaran di Lecturer’s Co Working Space, Kampus 1 UHB, Rabu, 30 September 2026. Kegiatan yang menghadirkan Dr. Megawati Santoso tersebut diikuti dosen UHB untuk memperkuat kompetensi dalam melakukan evaluasi pembelajaran berbasis capaian.

Workshop difokuskan pada penyamaan pemahaman dosen mengenai penilaian langsung dan tidak langsung dalam pendekatan Outcome Based Education atau OBE. Peserta mempelajari penyusunan instrumen penilaian sekaligus teknik membaca hasil ketercapaian pembelajaran secara sistematis. Pembahasan juga diarahkan pada evaluasi Capaian Pembelajaran Lulusan atau CPL dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah atau CPMK. Keduanya menjadi bagian penting untuk mengetahui sejauh mana proses pembelajaran menghasilkan kompetensi yang telah direncanakan.

Melalui sesi bersama Dr. Megawati Santoso, para dosen memperoleh penguatan mengenai cara memilih instrumen sesuai karakter capaian pembelajaran. Penilaian langsung dapat diperoleh melalui tugas, ujian, proyek, maupun demonstrasi kemampuan mahasiswa. Sementara itu, penilaian tidak langsung dapat digunakan untuk memperoleh gambaran pendukung mengenai pengalaman dan persepsi terhadap proses pembelajaran.

Hasil kedua jenis penilaian tersebut selanjutnya dapat dianalisis secara terpadu. Data yang diperoleh tidak berhenti sebagai dokumentasi akademik, tetapi digunakan sebagai dasar evaluasi dan perbaikan proses pembelajaran.

Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menilai kemampuan dosen dalam membaca ketercapaian pembelajaran menjadi bagian penting dalam menjaga mutu akademik. “Penerapan OBE membutuhkan proses evaluasi yang konsisten dan berbasis bukti. Dosen perlu memahami bukan hanya bagaimana memberikan penilaian, tetapi juga bagaimana menggunakan hasilnya untuk memperbaiki pembelajaran dan memastikan kompetensi mahasiswa benar benar tercapai,” ujar Yuris.

Menurutnya, penguatan kapasitas dosen melalui workshop tersebut juga menjadi bagian dari pembangunan budaya mutu di lingkungan universitas. Evaluasi yang terukur membantu program studi mengambil keputusan akademik berdasarkan data serta melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya memperkuat pendidikan berkualitas yang menjadi salah satu agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa Bangsa. Peningkatan kompetensi pendidik dan penyelenggaraan pembelajaran yang terukur menjadi fondasi penting agar pendidikan tinggi mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia kerja. Bagi UHB, implementasi OBE tidak berhenti pada penyusunan dokumen kurikulum. Pendekatan tersebut perlu hidup dalam proses pembelajaran, pengukuran, evaluasi, serta tindak lanjut yang dilakukan secara konsisten.

Melalui workshop ini, UHB terus mendorong dosen membangun proses evaluasi berbasis bukti sehingga setiap hasil penilaian dapat menjadi pijakan perbaikan. Dengan demikian, capaian pembelajaran tidak sekadar tercatat dalam dokumen akademik, tetapi benar benar tercermin dalam kompetensi mahasiswa dan kualitas lulusan.

LPH

By LPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *