Riset melintasi batas, kolaborasi memperluas dampak. Universitas Harapan Bangsa kembali memperkuat kiprah akademiknya di tingkat global melalui keberhasilan dosen Program Studi S1 Farmasi, apt. Ikhwan Yuda Kusuma, S.Farm., M.Si., Ph.D., meraih Hibah Riset Kemitraan Internasional. Capaian tersebut diumumkan pada 11 September 2026 dan melibatkan kolaborasi UHB dengan University of Szeged, Hungaria.
Hibah tersebut mendukung penelitian berjudul “Knowledge, Attitudes, and Perceptions of Antimicrobial Use and Resistance Among Indonesian Pharmacy Students: A Nationwide Cross-Sectional Study.” Penelitian mengkaji pengetahuan, sikap, dan persepsi mahasiswa farmasi Indonesia mengenai penggunaan antimikroba dan resistensi antimikroba.
Kajian dilakukan dalam skala nasional dengan pendekatan potong lintang. Penelitian diharapkan menghasilkan gambaran mengenai pemahaman calon tenaga kefarmasian terhadap penggunaan antimikroba dan ancaman resistensinya. Topik tersebut memiliki relevansi dengan tantangan kesehatan global. Resistensi antimikroba terjadi ketika mikroorganisme tidak lagi merespons obat yang digunakan untuk mengatasinya. Kondisi ini dapat membuat infeksi semakin sulit ditangani dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit, kondisi berat, hingga kematian.
Kolaborasi dengan University of Szeged juga melanjutkan rekam akademik Ikhwan dalam penelitian antimikroba. Sejumlah karya ilmiahnya sebelumnya telah melibatkan afiliasi UHB dan University of Szeged. Jejak tersebut mencakup kajian pengetahuan mahasiswa farmasi mengenai antibiotik serta penelitian tentang resistensi dan penggunaan antimikroba.
Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menilai keberhasilan tersebut memperlihatkan pentingnya jejaring internasional dalam pengembangan penelitian perguruan tinggi. “Keberhasilan memperoleh hibah ini menunjukkan bahwa dosen UHB mampu membangun penelitian yang relevan dengan persoalan global sekaligus melibatkan jejaring akademik internasional. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berkembang dan menghasilkan pengetahuan yang memberi manfaat nyata bagi pendidikan serta kesehatan masyarakat,” ujar Yuris.
Menurut Yuris, kolaborasi penelitian juga membuka ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi Indonesia dan mitra internasional. Pengalaman tersebut diharapkan memperkuat budaya riset serta meningkatkan keterlibatan sivitas akademika UHB dalam ekosistem keilmuan global. Riset mengenai resistensi antimikroba memiliki posisi penting dalam agenda kesehatan dunia. Selain menyangkut efektivitas pengobatan, isu tersebut berkaitan dengan kemampuan sistem kesehatan menghadapi risiko kesehatan pada masa mendatang.
Karena itu, penelitian ini memiliki keterkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals. Kontribusinya terutama menyentuh SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera. Kolaborasi UHB dengan University of Szeged juga mencerminkan semangat SDG 17 melalui kemitraan dan pertukaran pengetahuan lintas negara. Bagi UHB, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring riset internasional dan meningkatkan kualitas penelitian dosen. Kolaborasi akademik lintas negara diharapkan tidak berhenti pada satu penelitian, tetapi berkembang menjadi publikasi, pertukaran pengetahuan, dan riset lanjutan.
Melalui penelitian yang berangkat dari persoalan kesehatan nasional serta terhubung dengan jejaring global, UHB terus mendorong tradisi akademik yang berbasis kolaborasi. Dari Purwokerto, gagasan dikembangkan. Melalui kemitraan dunia, dampaknya diperluas.
