PURWOKERTO – Lima hari menjalani penilaian, menjadi pijakan menuju peningkatan. Setiap evaluasi menghadirkan pembelajaran, setiap masukan membuka jalan perbaikan. Universitas Harapan Bangsa (UHB) menuntaskan rangkaian Asesmen Lapangan (AL) Program Studi S1 Farmasi dan Pendidikan Profesi Apoteker pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan penutupan berlangsung di Ruang Akreditasi Gedung E, Kampus 1 UHB, Purwokerto.
Rangkaian asesmen yang dimulai sejak Selasa (20/10/2026) tersebut menjadi bagian penting dalam proses akreditasi kedua program studi. Selama lima hari, proses evaluasi diarahkan untuk menilai kesesuaian penyelenggaraan pendidikan dengan standar mutu akademik yang berlaku.
Berbagai aspek pendidikan menjadi perhatian dalam asesmen, mulai dari tata kelola program studi, kurikulum, kualitas sumber daya manusia, hingga fasilitas pembelajaran. Penilaian juga mencakup pelaksanaan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta efektivitas sistem penjaminan mutu.
Berakhirnya rangkaian asesmen menjadi momentum refleksi bagi pengelola program studi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan kefarmasian. Evaluasi eksternal diharapkan dapat memberikan perspektif yang konstruktif terhadap capaian maupun aspek yang masih perlu diperkuat.
Ketua Program Studi S1 Farmasi UHB, apt. Galih Samodra, M.Farm., menyampaikan bahwa penyelesaian asesmen lapangan menjadi tahapan penting dalam perjalanan pengembangan kualitas program studi.
“Pelaksanaan asesmen lapangan selama lima hari ini memberikan kesempatan bagi kami untuk melihat kembali berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan secara menyeluruh. Kami berharap seluruh proses yang telah dilalui dapat memberikan hasil terbaik, sekaligus menjadi dasar untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas Program Studi S1 Farmasi,” ujarnya.
Galih menambahkan bahwa pihaknya memiliki harapan besar agar proses akreditasi tersebut menghasilkan capaian yang sejalan dengan target pengembangan program studi.
“Harapan kami tentu dapat meraih predikat Akreditasi Unggul dengan masa berlaku lima tahun. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana kualitas pendidikan yang kami bangun benar-benar tercermin dalam kompetensi lulusan, penelitian, inovasi, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menegaskan bahwa berakhirnya asesmen lapangan bukan merupakan akhir dari proses peningkatan mutu pendidikan.
“Akreditasi merupakan bagian dari proses penjaminan mutu yang harus dijalankan secara berkelanjutan. Kami berharap hasil asesmen ini dapat menjadi pijakan untuk memperkuat kualitas akademik, meningkatkan kompetensi lulusan, dan mendorong inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Penguatan pendidikan kefarmasian juga menjadi bagian dari upaya UHB dalam mewujudkan World Class Entrepreneurship University yang berkarakter mandiri dan berbudaya.
Melalui pengembangan riset, inovasi, dan kewirausahaan berbasis keilmuan, kedua program studi diharapkan mampu memperluas kontribusi dalam bidang kesehatan. Langkah tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga mengenai kehidupan sehat dan sejahtera serta tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas.
Peningkatan mutu pendidikan kefarmasian juga memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga profesional yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri kesehatan.

Dengan selesainya rangkaian asesmen lapangan, Program Studi S1 Farmasi dan Pendidikan Profesi Apoteker UHB menaruh harapan besar untuk memperoleh hasil akreditasi terbaik. Predikat Akreditasi Unggul dengan masa berlaku lima tahun menjadi target yang ingin dicapai, sekaligus diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat reputasi akademik, meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan menghadirkan pendidikan kefarmasian yang semakin berkualitas serta berdaya saing.
