Riset melintas batas, gagasan naik kelas, kolaborasi pun membuka ruang yang semakin luas. Program Studi S1 Informatika Universitas Harapan Bangsa menunjukkan langkah itu melalui tiga penelitian yang dipublikasikan dalam 2026 International Conference on Smart Science and Technology atau IncoSST 2026. Ketiga karya tersebut diterbitkan melalui IEEE dengan melibatkan mahasiswa, dosen, serta akademisi Indonesia dan India.

Kolaborasi tersebut melibatkan dosen S1 Informatika UHB, Dr. Ir. Purwono, S.Kom., M.Kom. Ia bekerja bersama dua mahasiswa semester tujuh, Annastasya Nabila Elsa Wulandari dan Rachman Hidayat. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam capaian tersebut. Annastasya dan Rachman bahkan dipercaya menjadi penulis utama pada dua penelitian berbeda.

Annastasya memimpin penelitian tentang pemanfaatan machine learning untuk mendukung deteksi penyakit jantung. Penelitian berjudul Optimization of Support Vector Machine Using Fuzzy Adaptive Particle Swarm Optimization for Heart Disease Detection melibatkan Purwono, Alfian Ma’arif dari Universitas Ahmad Dahlan, Iswanto Suwarno dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, serta Rachman Hidayat.

Sementara itu, Rachman menjadi penulis utama penelitian tentang segmentasi pelanggan pada data ritel daring. Riset tersebut mengembangkan pendekatan berbasis RFM dan algoritma K Means untuk meningkatkan pemetaan karakteristik pelanggan. Penelitian itu turut melibatkan Purwono, Alfian Ma’arif, Iswanto Suwarno, dan Annastasya. Kolaborasi tersebut mempertemukan perspektif mahasiswa dengan pengalaman akademisi dari tiga perguruan tinggi.

Jejaring riset Informatika UHB juga berkembang hingga India. Purwono berkolaborasi dengan akademisi Centurion University of Technology and Management, Odisha. Tim tersebut meneliti penerapan kecerdasan buatan dalam pengelolaan keuangan sektor layanan kesehatan. Penelitian melibatkan Rashmikanta Tripathy, Susanta Kumar Mishra, Sisir Ranjan Dash, Amit Kumar, dan Ajitav Acharya.

Rektor UHB, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menilai keterlibatan mahasiswa dalam penelitian internasional penting bagi pengembangan budaya akademik universitas. “Mahasiswa perlu mendapatkan ruang untuk berhadapan langsung dengan proses penelitian, kolaborasi, dan standar publikasi internasional. Pengalaman seperti ini membentuk keberanian akademik sekaligus memperluas cara mereka melihat persoalan melalui ilmu pengetahuan,” ujarnya.*

Tiga riset tersebut juga memperlihatkan hubungan antara teknologi dengan persoalan nyata. Penelitian deteksi penyakit jantung bersinggungan dengan upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Kajian kecerdasan buatan pada layanan kesehatan turut membuka ruang pengembangan sistem yang lebih efektif.

Sementara penelitian segmentasi pelanggan menunjukkan bagaimana ilmu data dapat digunakan untuk memahami perilaku ekonomi digital. Arah tersebut beririsan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama SDG 3 tentang kesehatan, SDG 9 tentang inovasi, serta SDG 17 mengenai kemitraan.

Bagi UHB, publikasi ini juga memperlihatkan bahwa pengalaman penelitian internasional dapat dimulai sejak jenjang sarjana. Mahasiswa tidak hanya mempelajari metodologi di ruang kuliah, tetapi ikut menguji gagasan dalam ekosistem ilmiah yang lebih luas. Kolaborasi bersama UAD, UMY, dan Centurion University menjadi bagian dari upaya Informatika UHB memperluas jejaring penelitian. Model kerja lintas institusi tersebut diarahkan untuk menghasilkan penelitian yang relevan sekaligus memperkuat pengalaman akademik mahasiswa.

UHB akan terus mendorong keterlibatan mahasiswa dalam penelitian bersama dosen dan mitra eksternal. Penguatan budaya riset tersebut diharapkan melahirkan semakin banyak karya yang mampu bergerak dari ruang akademik menuju persoalan masyarakat. 

LPH

By LPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *