Gagasan diuji, temuan dikaji, karya terbaik pun mendapat apresiasi. Universitas Harapan Bangsa mengumumkan para pemakalah terbaik Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat atau SNPPKM 2026, Rabu, 7 Oktober 2026. Penghargaan diberikan secara daring melalui Zoom Meeting setelah penilaian presentasi dosen dan mahasiswa diselesaikan oleh tim penilai dan panitia.

Penganugerahan menjadi bagian penutup rangkaian SNPPKM 2026. Para peserta sebelumnya mempresentasikan penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui sejumlah ruang panel ilmiah. Penilaian dilakukan berdasarkan hasil presentasi lisan setiap peserta. Moderator ruang, editor in chief, serta panitia kemudian melakukan rekapitulasi dan finalisasi nilai sebelum menentukan penerima penghargaan. Pada kategori Dosen Terbaik, Maya Ruhtiani dari Program Studi S1 Hukum Universitas Harapan Bangsa meraih Juara 1. Ia mengangkat karya berjudul “Kreativitas Manusia dalam Karya Pembaruan AI: Rekonstruksi Kepemilikan Hak Cipta di Indonesia dan Korea Selatan.” Posisi kedua diraih Riska Suryani dari Program Studi S1 Sistem Informasi UHB. Sementara itu, Mery Bentry Yunova dari Program Studi S1 Agroteknologi Universitas Sebelas Maret menempati posisi ketiga. Penghargaan bagi mahasiswa dibagi menjadi lima kategori. Pada kategori Best Method, Berliana Rahmadani meraih peringkat pertama. Evana Anugrah Purwayanto berada di posisi kedua dan Dewi Darmawandani di posisi ketiga.

Kategori Best Novelty menempatkan Wulan Febrianti sebagai juara pertama. Dina meraih posisi kedua, sedangkan Markus Jabatrianto memperoleh posisi ketiga. Pada kategori Best Presentation, Aldi Danuar menjadi peraih penghargaan tertinggi. Herwinda Larasati menempati posisi kedua dan Akbaranto berada di urutan ketiga. Kategori Best Paper dimenangkan Yuki Widianto. Sabila Purwanti meraih posisi kedua, sementara Asmitalia Najwa Islami memperoleh posisi ketiga. Adapun kategori Best Innovative menempatkan Deta Afika sebagai juara pertama. Viola Eka Putri berada di posisi kedua dan Siti Fadilah menempati posisi ketiga.

Rektor Universitas Harapan Bangsa Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H. menilai penghargaan tersebut penting untuk membangun budaya akademik yang tidak berhenti pada publikasi. “Penghargaan ini bukan sekadar menentukan siapa yang terbaik. Hal yang lebih penting adalah bagaimana penelitian melahirkan pengetahuan, solusi, dan inovasi yang dapat digunakan masyarakat. Kami ingin budaya riset di UHB terus berkembang dengan integritas, keberanian menghasilkan gagasan baru, serta kepekaan terhadap persoalan nyata,” kata Yuris.

Menurutnya, forum ilmiah juga membuka ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk belajar menguji gagasan secara terbuka. Proses tersebut menjadi penting agar penelitian memiliki landasan akademik yang kuat sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat. Semangat itu sejalan dengan upaya memperkuat pendidikan berkualitas sebagaimana ditekankan dalam Sustainable Development Goals. Penelitian dan inovasi yang lahir melalui perguruan tinggi juga dapat mendukung penguatan kapasitas manusia, inovasi, serta kolaborasi untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan.

Melalui SNPPKM 2026, UHB mendorong penelitian tidak hanya selesai sebagai dokumen akademik. Temuan diharapkan berkembang menjadi gagasan, kebijakan, teknologi, maupun inovasi yang memberi manfaat nyata. Penganugerahan para pemakalah terbaik sekaligus menutup rangkaian SNPPKM 2026 dengan pesan bahwa kualitas akademik tumbuh melalui proses. Gagasan dipertajam, karya dipertanggungjawabkan, dan ilmu diarahkan agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

LPH

By LPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *