Seleksi bukan sekadar mencari yang unggul, tetapi memastikan proses tetap jujur. Teknologi bukan sekadar alat untuk menguji, tetapi menjadi jalan menjaga transparansi dan integritas sejak awal hingga hasil diketahui.

Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Harapan Bangsa dipercaya menjadi fasilitator independen seleksi perangkat Desa Sawangan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Seleksi berlangsung di Laboratorium Komputer Pemrograman Dasar Kampus 2 UHB, Minggu, 6 September 2026. Sebanyak 10 peserta bersaing mengisi dua posisi, yakni Kepala Dusun I dan Kepala Seksi Pelayanan. Proses seleksi menggunakan Computer Assisted Test atau CAT dan uji kompetensi komputer.

Keterlibatan FST UHB menempatkan perguruan tinggi sebagai pihak akademis yang membantu menjaga objektivitas proses seleksi. Teknologi digunakan untuk mempersempit ruang intervensi sekaligus menghasilkan penilaian yang terukur.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Deny Nugroho Triwibowo, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa penggunaan teknologi menjadi instrumen penting untuk meminimalkan potensi kecurangan dalam proses seleksi. Melalui CAT, peserta mengerjakan soal secara digital melalui sistem yang telah disiapkan. Mekanisme tersebut mengurangi penggunaan dokumen jawaban manual sekaligus membuat proses koreksi lebih terukur.

Hasil ujian tertulis juga dapat dihitung sistem setelah tes selesai. Mekanisme ini memberikan kepastian bahwa penilaian didasarkan pada jawaban peserta selama ujian. Transparansi tersebut berlanjut hingga tahap pengumuman. Rekapitulasi nilai dapat diketahui pada hari pelaksanaan dengan disaksikan pihak yang berkepentingan. Sistem itu menjadi bagian dari upaya membangun proses seleksi yang akuntabel dan menjauhkan ruang bagi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

FST UHB tidak hanya mengukur penguasaan peserta terhadap materi tertulis. Calon perangkat desa juga menghadapi uji kemampuan menggunakan aplikasi perkantoran dan internet. Materi praktik mencakup pengoperasian Microsoft Word, Excel, PowerPoint, serta pemanfaatan internet. Kompetensi tersebut relevan dengan perubahan pelayanan pemerintahan desa yang semakin bersentuhan dengan teknologi digital.

Rangkaian seleksi dimulai dengan registrasi dan pemeriksaan peserta. Tahapan kemudian berlanjut menuju CAT, uji praktik komputer, penyusunan berita acara, serta penilaian prestasi dan dedikasi. Seluruh proses dapat diselesaikan pada hari yang sama. 

Ketua Panitia P3D Desa Sawangan, Kartono, menilai keterlibatan FST UHB memberikan dukungan independen dalam proses seleksi. Kehadiran akademisi juga membantu membangun kepercayaan terhadap objektivitas pengujian. Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa kompetensi perguruan tinggi dapat diterapkan langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Bagi UHB, laboratorium dan kepakaran akademik tidak berhenti untuk kegiatan pembelajaran, tetapi dapat menjadi sumber solusi bagi tata kelola publik.

Praktik tersebut juga selaras dengan semangat Sustainable Development Goals, khususnya tujuan ke-16 mengenai institusi yang efektif, akuntabel, dan inklusif. Pemanfaatan teknologi dalam seleksi turut membuka ruang penguatan kapasitas aparatur menghadapi transformasi pelayanan publik.

Melalui keterlibatan FST, UHB memperluas kontribusi perguruan tinggi hingga tingkat desa. Teknologi ditempatkan bukan hanya sebagai alat mempercepat pekerjaan, tetapi sebagai sarana membangun kepercayaan. Dari ruang laboratorium kampus, prinsip transparansi diterjemahkan menjadi praktik. Dari proses seleksi yang terukur, harapan terhadap pelayanan desa yang profesional mulai dibangun.

LPH

By LPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *