Perwakilan Kabupaten Cilacap berhasil mengukuhkan dominasinya dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa Pendidikan Menengah (LKS DIKMEN) Ke-XXXIV Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Pada kategori mata lomba Farmasi yang diselenggarakan di Universitas Harapan Bangsa (UHB), Laura Irdina Ayu Batrisyia dari SMK Muhammadiyah 1 Cilacap resmi dinobatkan sebagai juara pertama dalam seremoni penutupan yang berlangsung di Auditorium Ukuwah Islamiyah, Purwokerto, Kamis 16 April 2026.

Kemenangan Laura diraih setelah melalui rangkaian uji kompetensi ketat yang mengadu ketangkasan teknis dan pengetahuan teoritis di bidang kefarmasian. Posisi kedua ditempati oleh Aluna Tisya Kirani, perwakilan SMK Batik 1 Surakarta, yang turut menunjukkan performa impresif sepanjang kompetisi. Sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi gemilang tersebut, Universitas Harapan Bangsa memberikan penghargaan berupa beasiswa pendidikan bagi juara pertama serta hadiah tambahan bagi seluruh pemenang sebagai dukungan nyata terhadap pengembangan sumber daya manusia di sektor kesehatan.

Penyelenggaraan kompetisi ini bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan manifestasi nyata dari upaya mencapai Sustainable Development Goals (SDG) nomor 4 mengenai pendidikan berkualitas dan SDG nomor 3 terkait kehidupan sehat dan sejahtera. Dengan mengasah talenta muda di bidang farmasi, institusi pendidikan berperan dalam menjamin ketersediaan tenaga medis ahli yang di masa depan akan menjadi garda terdepan dalam memperkuat sistem kesehatan nasional.

Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menyatakan bahwa LKS DIKMEN ini menjadi barometer penting bagi kesiapan mental dan intelektual generasi muda dalam menghadapi tantangan industri kesehatan yang kian dinamis. Beliau menekankan bahwa kompetisi ini menciptakan standar baru bagi kualitas lulusan sekolah kejuruan di Jawa Tengah.

“Ajang ini merupakan wadah krusial untuk memvalidasi relevansi antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri kesehatan masa kini. Keberhasilan para siswa di laboratorium menunjukkan bahwa kita memiliki bibit unggul yang siap berkontribusi pada kemajuan sains dan layanan publik secara luas,” ujar Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Kepala Lembaga Pemasaran dan Humas (LPH) UHB, Riska Nadiya Salsabela, S.E., M.Sc., menyoroti pentingnya kolaborasi antara sektor akademis dan talenta muda sebagai penggerak kesadaran publik akan pentingnya inovasi di bidang kesehatan. Menurutnya, atmosfer kompetisi yang sehat di lingkungan kampus diharapkan mampu memicu motivasi berkelanjutan bagi para siswa.

“Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari para peserta, yang mencerminkan optimisme besar bagi masa depan sektor farmasi kita. UHB berkomitmen untuk terus memfasilitasi talenta-talenta ini agar semangat inovasi mereka tidak berhenti di kompetisi saja, melainkan berlanjut hingga ke jenjang profesional,” ungkap Riska Nadiya Salsabela.

Integrasi antara prestasi individu dan dukungan institusi ini diharapkan dapat memperkecil kesenjangan keterampilan tenaga kerja, sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan melalui penguatan kapasitas pendidikan vokasi. Penutupan acara di Auditorium Ukuwah Islamiyah menandai berakhirnya rangkaian kompetisi yang tahun ini sukses menitikberatkan pada aspek profesionalisme dan integritas praktisi kesehatan masa depan.

LPH

By LPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *