Universitas Harapan Bangsa (UHB) menggelar Workshop Penyusunan Nilai Portofolio Berbasis Outcome-Based Education (OBE) di Aula Gedung C lantai 2 Kampus 1 UHB pada Senin, 23 Februari 2026. Langkah strategis ini dilakukan untuk menyelaraskan parameter penilaian akademik sekaligus memastikan kompetensi mahasiswa terukur secara valid sesuai standar regulasi terbaru.

Kegiatan ini menghadirkan Retno Agus Setiawan, S.Kom., M.T., Kepala Program Studi S1 Sistem Informasi UHB sebagai narasumber utama. Agenda tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I UHB, jajaran Badan Penjamin Mutu Internal (BPMI), seluruh Kepala Program Studi, serta perwakilan dosen dari setiap lini keilmuan di lingkungan universitas.

Rektor UHB, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menegaskan bahwa penguatan sistem penilaian ini merupakan manifestasi tanggung jawab moral institusi dalam menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten. Menurutnya, portofolio yang terstandardisasi bukan sekadar tumpukan dokumen administratif, melainkan potret autentik dari perjalanan intelektual dan keterampilan mahasiswa.

“Transformasi menuju penilaian berbasis OBE ini adalah komitmen kami untuk memastikan bahwa setiap lulusan UHB memiliki daya saing yang nyata di pasar kerja global. Melalui instrumen penilaian yang valid dan seragam, kita tengah membangun jembatan yang kokoh antara dunia akademik dan kebutuhan industri yang terus berkembang,” ujar Dr. Yuris di sela kegiatan.

Integrasi sistem pendidikan berbasis capaian ini secara tidak langsung mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat mengenai pendidikan berkualitas. Dengan standarisasi instrumen dan rubrik penilaian, UHB berupaya menjamin inklusivitas serta keadilan dalam mengevaluasi capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang transparan dan akuntabel.

Dalam sesi pemaparannya, Retno Agus Setiawan menekankan pentingnya penyamaan persepsi di antara Dosen Koordinator mengenai bobot penilaian. Workshop ini bertujuan menghasilkan template atau format penilaian portofolio yang seragam untuk seluruh mata kuliah. Hal ini dianggap krusial agar data ketercapaian kompetensi yang dihasilkan benar benar mencerminkan kemampuan riil mahasiswa di lapangan.

Melalui standardisasi ini, pihak universitas berharap validitas data akademik dapat ditingkatkan secara signifikan. Proses ini memastikan bahwa setiap angka yang tertera dalam nilai portofolio memiliki korelasi langsung dengan penguasaan hard skills maupun soft skills mahasiswa. Upaya ini menjadi bagian dari peta jalan UHB dalam mempertahankan konsistensi kualitas lulusan yang relevan dengan tantangan zaman.

Workshop ditutup dengan sesi penyusunan instrumen bersama yang dipandu oleh tim BPMI guna memastikan setiap program studi memiliki panduan teknis yang selaras dengan kebijakan universitas. Langkah ini diproyeksikan menjadi fondasi kuat bagi UHB dalam menghadapi akreditasi internasional serta memperkuat posisi universitas sebagai lembaga pendidikan tinggi yang adaptif dan berorientasi pada mutu.

LPH

By LPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *