Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Harapan Bangsa menggelar pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari limbah minyak goreng pada 16 Januari 2026 di Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini diinisiasi mahasiswa KKN UHB sebagai upaya meningkatkan kesadaran pengelolaan limbah rumah tangga serta membekali masyarakat dengan keterampilan baru yang bermanfaat bagi lingkungan dan ekonomi keluarga. Pelatihan mendapat apresiasi positif dari warga setelah dijelaskan dampak negatif pembuangan minyak jelantah dan bahaya penggunaan ulang minyak goreng.

Pelatihan tersebut diikuti ibu rumah tangga dan pemuda desa yang selama ini belum memiliki sistem pengelolaan minyak jelantah. Dalam sesi awal, mahasiswa memaparkan risiko pencemaran tanah dan air akibat pembuangan minyak goreng bekas ke saluran air. Mereka juga menjelaskan bahaya kesehatan dari kebiasaan memanaskan ulang minyak yang dapat menghasilkan senyawa berbahaya.

Setelah pemaparan materi, peserta diajak mempraktikkan proses penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, hingga pencetakan lilin aromaterapi dengan tambahan esens alami. Hasilnya, warga mampu menghasilkan lilin dengan nilai guna dan potensi jual. Produk tersebut dinilai dapat menjadi alternatif usaha rumahan berbasis daur ulang.

Rektor Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H. menyatakan kegiatan tersebut mencerminkan pembelajaran kontekstual yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa kampus mendorong mahasiswa menghadirkan solusi atas persoalan riil di lingkungan sekitar. Menurutnya, pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi merupakan bagian dari pendidikan kewirausahaan yang berorientasi keberlanjutan.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi mampu mengedukasi dan menggerakkan masyarakat untuk mengelola limbah secara bertanggung jawab. Inisiatif seperti ini sejalan dengan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Perwakilan mahasiswa KKN Desa Banjarsari Wetan, Tiseva, mengatakan respons warga melampaui ekspektasi tim. Ia menuturkan banyak peserta baru mengetahui dampak lingkungan dari minyak jelantah. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa limbah rumah tangga bisa menjadi peluang. Dengan keterampilan sederhana, minyak bekas dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” kata Tiseva.

Kegiatan ini secara tidak langsung mendukung agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals, khususnya pada aspek konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Edukasi pengelolaan limbah rumah tangga dinilai menjadi langkah awal membangun desa yang lebih sehat dan mandiri.

Mahasiswa KKN berencana melakukan pendampingan lanjutan untuk memastikan warga mampu memproduksi lilin secara konsisten dan menjaga kualitas produk. Pemerintah desa menyambut baik inisiatif tersebut dan membuka peluang kolaborasi lanjutan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

LPH

By LPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *