Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Harapan Bangsa (UHB) menggelar penyuluhan anti narkoba bertajuk MELESAT (Menuju Lingkungan Sehat Anti Narkoba) bagi pemuda dan pelajar di Balai Desa Ciberem, Kecamatan Sumbang, Senin, 19 Januari 2026. Langkah preventif ini dilakukan guna meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai dampak buruk penyalahgunaan narkotika dari aspek kesehatan, sosial, hingga konsekuensi hukum yang ditimbulkan.

Kegiatan yang berlangsung secara interaktif ini menghadirkan narasumber kredibel dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Banyumas serta Wakasat Narkoba Polres Banyumas, Agus Setiawan. Selain memaparkan jenis-jenis narkotika dan dampak destruktifnya, tim ahli menekankan pentingnya peran lingkungan terdekat sebagai benteng pertahanan utama dalam upaya pencegahan dini di tingkat desa.

Koordinator Mahasiswa KKN UHB Desa Ciberem, Firhan, menjelaskan bahwa program ini dirancang setelah melihat pentingnya proteksi dini bagi remaja di tingkat perdesaan yang kerap menjadi target peredaran zat terlarang. Menurutnya, pemuda desa membutuhkan literasi yang kuat agar tidak terjebak dalam arus informasi yang keliru mengenai narkotika.

“Kami ingin MELESAT menjadi ruang dialog di mana rekan-rekan pemuda Desa Ciberem merasa dilibatkan dan berdaya untuk menolak pengaruh buruk dari luar. Fokus kami bukan hanya memberi tahu apa itu narkoba, tapi bagaimana mereka bisa saling menjaga satu sama lain dalam satu komunitas,” ungkap Firhan di sela kegiatan.

Rektor UHB, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menyatakan bahwa inisiatif mahasiswa di lapangan merupakan manifestasi nyata dari upaya perguruan tinggi dalam mendukung terciptanya tatanan masyarakat yang stabil. Menurutnya, program MELESAT bukan sekadar sosialisasi rutin, melainkan upaya fundamental dalam memutus rantai permasalahan sosial yang seringkali berakar dari penyalahgunaan zat terlarang.

“Edukasi yang diberikan oleh para mahasiswa dan narasumber ahli ini merupakan langkah konkret dalam menjaga kualitas sumber daya manusia nasional agar tetap produktif dan kompetitif di masa depan,” ujar Yuris Tri Naili saat memberikan tanggapannya mengenai kegiatan tersebut.

Program ini juga memiliki korelasi erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan PBB, khususnya pada poin ketiga mengenai kehidupan sehat dan sejahtera. Dengan menekan angka potensi penyalahgunaan narkoba, secara tidak langsung masyarakat turut berkontribusi pada pencapaian target global dalam memperkuat pencegahan dan pengobatan penyalahgunaan zat berbahaya.

Kepala Lembaga Pemasaran dan Humas (LPH) UHB, Riska Nadiya Salsabela, S.E., M.Sc, menambahkan bahwa integrasi antara pengabdian masyarakat dan edukasi kesehatan publik ini menjadi jembatan penting bagi mahasiswa untuk memahami problematika sosial yang kompleks. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem desa yang lebih tangguh dan bersih dari pengaruh narkotika secara berkelanjutan.

“Kehadiran program MELESAT di Desa Ciberem menunjukkan komitmen institusi dalam mencetak agen perubahan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap isu kemanusiaan dan keamanan lingkungan,” kata Riska Nadiya Salsabela.

Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui diskusi dua arah dan sesi tanya jawab yang dinamis. Melalui edukasi komprehensif ini, para pemuda Desa Ciberem diharapkan mampu bertransformasi menjadi penggerak di komunitasnya masing-masing untuk menyebarkan pesan hidup sehat tanpa narkoba, sekaligus menjadi bagian dari gerakan global dalam menciptakan masyarakat yang lebih aman dan sejahtera.

LPH

By LPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *