Mahasiswa KKN Universitas Harapan Bangsa menyelenggarakan penyuluhan kesehatan mengenai penyakit menular dan tidak menular di Aula Balai Desa Silado, Kabupaten Banyumas, pada 31 Januari 2026. Kegiatan ini menghadirkan dosen Prodi D4 Keperawatan Anestesiologi UHB, Magenda Bisma Yudha, S.Kep., Ns., M.Kep, sebagai pemateri utama. Penyuluhan bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mencegah penyakit melalui edukasi kesehatan, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta penguatan kemandirian menjaga kesehatan secara berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, dan praktik sederhana yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari hari.
Penyuluhan kesehatan ini menjadi bagian dari rangkaian program pengabdian masyarakat mahasiswa KKN Universitas Harapan Bangsa di Desa Silado. Fokus utama kegiatan diarahkan pada upaya preventif terhadap penyakit menular seperti diare, demam berdarah, dan influenza melalui praktik hidup bersih dan sehat. Masyarakat juga dibekali pengetahuan pencegahan penyakit tidak menular, antara lain hipertensi dan diabetes, yang banyak dipengaruhi oleh pola hidup kurang sehat.
Selain itu, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai gizi seimbang untuk mendukung kesehatan keluarga dan mencegah stunting. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan disertai contoh menu harian yang mudah diakses masyarakat desa. Aspek kesehatan mental turut menjadi perhatian melalui pengenalan teknik manajemen stres dan relaksasi yang dapat diterapkan oleh remaja maupun orang dewasa.
Dalam sesi berikutnya, peserta diajak memahami keterkaitan kesehatan dengan lingkungan. Masyarakat didorong untuk berpartisipasi aktif dalam pemilahan sampah dan pengelolaan lingkungan sebagai langkah pencegahan penyakit berbasis komunitas. Mahasiswa juga memperkenalkan pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi dan monitoring kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Pemateri utama, Magenda Bisma Yudha, menekankan pentingnya perubahan perilaku sebagai kunci pencegahan penyakit. Ia menyampaikan bahwa kesehatan tidak hanya ditentukan oleh layanan medis, tetapi juga oleh kebiasaan sehari hari yang konsisten. “Edukasi kesehatan harus mendorong masyarakat menjadi subjek, bukan objek, agar mampu menjaga kesehatannya secara mandiri,” ujarnya.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang dicanangkan oleh United Nations, khususnya tujuan ketiga tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta tujuan keempat mengenai pendidikan berkualitas. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, penyuluhan ini diharapkan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.
Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, menilai kegiatan tersebut sebagai wujud nyata peran mahasiswa dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat. “Penyuluhan seperti ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi hadir langsung di tengah masyarakat dengan solusi yang relevan dan berkelanjutan, sekaligus menanamkan nilai kemandirian dan kepedulian sosial kepada mahasiswa,” katanya.
Melalui penyuluhan kesehatan terpadu ini, mahasiswa KKN Universitas Harapan Bangsa berharap masyarakat Desa Silado mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari hari. Program ini juga menjadi fondasi awal bagi kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, mandiri, dan berdaya.
