Universitas Harapan Bangsa (UHB) menggelar pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) bagi mahasiswa Program Studi D4 Keperawatan Anestesiologi guna memastikan kesiapan tenaga medis dalam menangani kondisi kegawatdaruratan. Kegiatan yang berlangsung pada 2 sampai 8 Februari 2026 di Kampus 1 UHB ini dilaksanakan melalui kolaborasi strategis dengan Lembaga Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Kolegium Penata Anestesi (LP3KPA).

Pelatihan intensif ini dirancang untuk membekali para mahasiswa dengan keterampilan krusial dalam menyelamatkan nyawa, mulai dari penanganan trauma hingga bantuan hidup jantung lanjut. Rangkaian acara dimulai dengan pendalaman teori secara daring maupun tatap muka pada 2 sampai 5 Februari, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik laboratorium yang ketat pada hari Jumat dan Sabtu. Puncak kegiatan sekaligus evaluasi akhir dilaksanakan pada Minggu, 8 Februari 2026, untuk memastikan setiap peserta memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.

Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya kebutuhan akan tenaga penata anestesi yang tidak hanya cakap dalam ruang operasi, tetapi juga tanggap dalam situasi kritis di luar prosedur rutin. Integrasi antara teori dan praktik yang sangat intensif ini menjadi fondasi bagi universitas dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia industri kesehatan yang kian dinamis.

Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen institusi dalam mendukung agenda global berkelanjutan. Menurut beliau, penguatan kapasitas SDM kesehatan merupakan kunci utama dalam mewujudkan masyarakat yang lebih resilien terhadap krisis kesehatan.

“Kegiatan BTCLS ini merupakan bagian dari upaya sistematis kami untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin ketiga mengenai kehidupan sehat dan sejahtera. Dengan mencetak tenaga kesehatan yang memiliki kualifikasi penanganan gawat darurat berstandar tinggi, UHB secara langsung berkontribusi pada penurunan angka kematian akibat trauma dan gangguan kardiovaskular di tingkat nasional,” ujar Dr. Yuris di sela peninjauan praktik lapangan.

Lebih lanjut, keterkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan ini terlihat dari cara universitas memosisikan pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan sebagai investasi jangka panjang untuk memperkecil kesenjangan akses layanan kesehatan yang berkualitas. Sinergi dengan LP3KPA memastikan bahwa kurikulum yang diberikan selaras dengan standar profesi terbaru, sehingga lulusan UHB memiliki daya saing global sekaligus mampu menjadi garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan.

Pelatihan ini diharapkan menjadi program reguler yang terus diperbarui seiring perkembangan teknologi medis. Dengan berakhirnya sesi praktik pada hari Minggu, para peserta diharapkan dapat mengaplikasikan standar prosedur operasi penyelamatan nyawa ini dengan presisi tinggi saat menjalani praktik klinik di rumah sakit mitra nantinya.

LPH

By LPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *