Universitas Harapan Bangsa menjadi lokasi pembukaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelatihan Transportasi Darat yang berlangsung pada 9 Maret 2026 di Aula Gedung E Kampus 1 UHB, Purwokerto. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Anggota DPR RI Komisi V Dr. Hj. Novita Wijayanti, S.E., M.M., dan diikuti oleh pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Banyumas, masyarakat umum, pengemudi angkutan, serta juru parkir resmi. Program yang berlangsung selama tiga hari hingga 11 Maret 2026 ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam memahami keselamatan berlalu lintas melalui pelatihan dan pembelajaran di kelas.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Diklat Pemberdayaan Masyarakat yang diselenggarakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat Mempawah. Laporan pembukaan kegiatan disampaikan oleh Kepala BP2TD Mempawah B. Wahyu Hapsoro, M.Mtr. Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada masyarakat mengenai aspek keselamatan transportasi darat, mulai dari etika berlalu lintas hingga pemahaman regulasi yang berlaku.

Acara pembukaan turut dihadiri oleh Kepala BPSDM Perhubungan Suharto, Kepala PPSDMPD Bambang Siswoyo, S.T., M.T., serta Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas Omar Udaya, S.STP., M.Si. Selain itu, sejumlah kepala sekolah dari berbagai institusi pendidikan yang bekerja sama dalam kegiatan ini juga hadir sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan literasi keselamatan transportasi di kalangan generasi muda.

Anggota DPR RI Komisi V Dr. Hj. Novita Wijayanti dalam pembukaan kegiatan tersebut menegaskan bahwa peningkatan keselamatan transportasi tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang memahami pentingnya disiplin berlalu lintas. Ia menilai program pemberdayaan masyarakat seperti ini memiliki peran strategis dalam membangun budaya keselamatan di ruang publik.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti rangkaian pelatihan berupa pembelajaran di dalam kelas yang membahas berbagai aspek keselamatan transportasi darat. Materi pelatihan meliputi pemahaman dasar keselamatan berkendara, tata tertib lalu lintas, serta peran masyarakat dalam mendukung terciptanya sistem transportasi yang aman dan tertib. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat sekaligus memperkuat kompetensi para pelaku transportasi di tingkat lokal.
Rektor Universitas Harapan Bangsa Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H. menyampaikan bahwa keterlibatan kampus dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen perguruan tinggi untuk berkontribusi langsung terhadap pembangunan masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan dalam menghadirkan solusi nyata bagi berbagai tantangan pembangunan.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan literasi keselamatan transportasi merupakan bagian penting dari pembangunan berkelanjutan. Upaya tersebut selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan Perserikatan Bangsa Bangsa, khususnya pada aspek pembangunan kota dan permukiman yang aman serta penguatan sistem transportasi yang berkelanjutan.
“Kegiatan ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dapat menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Pendidikan keselamatan transportasi bukan hanya soal aturan di jalan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk menciptakan ruang publik yang lebih aman dan berkelanjutan,” ujar Yuris.

Sementara itu Kepala Lembaga Pemasaran dan Humas Universitas Harapan Bangsa Riska Nadiya Salsabela, S.E., M.Sc., menilai kegiatan ini juga menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan kampus dalam program pelatihan transportasi menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam mendukung edukasi publik yang berdampak langsung pada kehidupan sehari hari masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, Universitas Harapan Bangsa tidak hanya menjadi tempat penyelenggaraan pelatihan, tetapi juga ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam membangun kesadaran keselamatan transportasi secara bersama sama,” jelas Riska.

Universitas Harapan Bangsa sebagai tuan rumah kegiatan juga memandang program ini sebagai bagian dari kontribusi akademik dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang transportasi. Melalui sinergi antara lembaga pendidikan dan institusi pemerintah, kegiatan ini diharapkan mampu memperluas literasi keselamatan berlalu lintas sekaligus mendorong terciptanya budaya transportasi yang lebih tertib dan bertanggung jawab di masyarakat.
Pelatihan yang berlangsung hingga 11 Maret 2026 ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya keselamatan transportasi. Melalui pendidikan dan pemberdayaan yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat semakin berperan aktif dalam mewujudkan sistem transportasi darat yang aman, tertib, dan berkelanjutan di masa depan.

