Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Harapan Bangsa (UHB) menginisiasi transformasi tata kelola lingkungan di Desa Jipang melalui edukasi pembuatan eco paving block berbahan dasar limbah plastik. Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Jipang pada Senin (19/1/2026) ini menyasar para tokoh masyarakat sebagai garda terdepan dalam mengubah pola pikir pengelolaan sampah non organik yang selama ini menjadi persoalan menahun di wilayah tersebut.
Langkah inovatif ini lahir dari keprihatinan atas rendahnya optimalisasi pengolahan sampah plastik yang sifatnya sulit terurai secara alami. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memberikan wawasan mengenai dampak buruk polutan plastik bagi ekosistem, tetapi juga memberikan solusi aplikatif yang memiliki nilai ekonomi. Transformasi limbah menjadi material bangunan ini sekaligus menjadi pengejawantahan nyata dari upaya mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam menciptakan pemukiman yang berkelanjutan serta pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Dalam sesi edukasi, masyarakat dibekali pengetahuan teknis mengenai pemilahan jenis plastik yang dapat diolah, seperti Polyethylene Terephthalate (PET), Polypropylene (PP), serta Low Density Polyethylene (LDPE). Proses pengolahan yang diperkenalkan menekankan pada prinsip ekonomi sirkular, di mana sampah tidak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir, melainkan kembali ke siklus produksi sebagai produk baru yang bermanfaat bagi infrastruktur desa.
Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., memberikan apresiasi tinggi terhadap relevansi program ini dengan kebutuhan riil masyarakat saat ini. Beliau menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan solusi sains yang dapat diadopsi dengan mudah oleh warga.
“Program ini merupakan bukti bahwa inovasi tidak harus selalu rumit, melainkan harus tepat guna dan menjawab kegelisahan ekologis di tingkat tapak. Melalui konversi limbah plastik menjadi produk struktural seperti paving block, kita sedang membangun fondasi ekonomi kreatif yang mandiri sekaligus menjaga kelestarian tanah bagi generasi mendatang di Desa Jipang,” ujar Dr. Yuris Tri Naili saat memantau perkembangan program tersebut.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada level sosialisasi semata. Para tokoh masyarakat yang hadir diproyeksikan menjadi penggerak di lingkungan masing-masing untuk membentuk unit pengelolaan sampah mandiri. Dengan dukungan literasi pemilahan sampah yang tepat, Desa Jipang memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan desa mandiri sampah yang mampu mengubah beban lingkungan menjadi aset ekonomi desa yang berkelanjutan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, mahasiswa KKN UHB juga menyerahkan modul panduan praktis pembuatan eco paving block agar masyarakat dapat melakukan produksi secara mandiri secara aman dan efektif. Keberlanjutan program ini nantinya akan dipantau secara berkala melalui koordinasi antara pihak universitas dan perangkat desa guna memastikan dampak jangka panjang bagi kebersihan dan kesejahteraan ekonomi warga setempat.
