Universitas Harapan Bangsa melaksanakan serah terima awal penyelesaian pembangunan Gedung E Kampus 1 pada Jumat, 27 Februari 2026, di Gedung E Kampus 1 UHB. Acara ini dihadiri jajaran Yayasan Pendidikan Dwi Puspita selaku badan penyelenggara, pimpinan universitas, Kepala BAAK UHB, pelaksana pembangunan, serta tamu undangan. Serah terima dilakukan setelah proses pembangunan berlangsung sekitar 22 bulan dan menjadi tahap awal sebelum memasuki masa pemeliharaan atau Defects Liability Period.

Ketua Pelaksana Pembangunan Gedung E Kampus 1 UHB, Fauzia Mufti Fitti Feldi, S.T, mengatakan pembangunan yang berlangsung hampir dua tahun tersebut menjadi tonggak penting bagi penguatan infrastruktur kampus. “Dengan masa pembangunan sekitar 22 bulan, Gedung E Kampus 1 UHB menjadi simbol yang prestisius bagi UHB ke depannya,” ujarnya.

Ketua Yayasan Pendidikan Dwi Puspita, Iis Setiawan Mangku Negara, S.Kom., M.T.I, menyampaikan bahwa kehadiran Gedung E mempertegas komitmen UHB sebagai kampus kesehatan yang peduli pada kesejahteraan mahasiswa. Ia menyoroti keberadaan gym center sebagai bagian dari fasilitas penunjang kesehatan fisik sivitas akademika. “Gedung E Kampus 1 UHB menjadikan UHB pionir kampus kesehatan yang mendukung dan peduli pada kesehatan mahasiswa. Dengan fasilitas terbaik yang tersedia, kami berharap UHB menjadi rumah yang nyaman dan sedap dipandang bagi seluruh sivitas akademika,” katanya.

Pembina Yayasan Pendidikan Dwi Puspita, Dr. Yadi Fakhruzein Terang Jaya, S.E., M.M, menegaskan bahwa serah terima awal bukan akhir dari proses pembangunan. Menurutnya, tahap ini justru menandai dimulainya masa pemeliharaan untuk memastikan kualitas bangunan tetap terjaga. “Serah terima awal ini tidak serta merta membuat pembangunan berhenti, tetapi masuk ke dalam masa pemeliharaan atau Defects Liability Period. Yayasan bersama UHB berkomitmen bahwa pembangunan fisik tidak hanya berhenti sampai di sini, tetapi berlanjut dan memberikan dampak kepada masyarakat,” ujarnya.

Rektor UHB, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H, menilai momentum serah terima ini sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan pengembangan lingkungan belajar yang berkelanjutan. Ia menyebut Gedung E dirancang untuk menunjang proses akademik sekaligus membangun ekosistem kampus yang sehat dan produktif. “Gedung E bukan sekadar bangunan baru, tetapi representasi komitmen UHB dalam menyediakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara utuh,” tuturnya.

Kehadiran Gedung E juga sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan yang menekankan pentingnya akses terhadap pendidikan berkualitas dan lingkungan yang sehat. Fasilitas yang mendukung aktivitas akademik dan kesehatan mahasiswa mencerminkan kontribusi institusi pendidikan tinggi dalam mendorong kualitas sumber daya manusia serta kesejahteraan bersama.

Dengan selesainya tahap awal pembangunan ini, UHB menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan. Penguatan infrastruktur diharapkan tidak hanya mendukung proses pembelajaran, tetapi juga memberi manfaat luas bagi masyarakat dan menjadi fondasi bagi pengembangan kampus yang berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
