Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Harapan Bangsa menggelar pelatihan pemanfaatan daun pandan dan jeruk nipis sebagai bahan alami pembuatan sabun cuci piring pada 18 Januari 2026 di Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat mengetahui dan memahami manfaat bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar serta dapat diolah menjadi produk rumah tangga yang ramah lingkungan. Program tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UHB Desa Kotayasa dan mendapat apresiasi positif dari warga.

Pelatihan berlangsung di balai PAUD Langit Biru dengan dihadiri ibu-ibu PKK setempat. Mahasiswa memperkenalkan kandungan alami daun pandan yang berfungsi sebagai pengharum dan antibakteri, serta jeruk nipis yang efektif mengangkat lemak dan bau pada peralatan dapur. Peserta diajak mempraktikkan langsung proses pembuatan sabun cair menggunakan bahan sederhana yang aman dan mudah diperoleh.
Perwakilan mahasiswa KKN UHB Desa Kotayasa, Yuliana, mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai bentuk edukasi sekaligus pemberdayaan masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa bahan alami di sekitar rumah dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai guna. Harapannya, warga tidak hanya menggunakan untuk kebutuhan sendiri, tetapi juga melihat peluang usaha skala rumah tangga,” ujarnya.

Menurut Yuliana, antusiasme warga terlihat dari diskusi aktif selama pelatihan. Beberapa peserta menanyakan potensi pengembangan produk dengan kemasan sederhana agar dapat dipasarkan di lingkungan desa. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama antara mahasiswa dan masyarakat.
Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menilai program tersebut mencerminkan integrasi pembelajaran akademik dan pengabdian kepada masyarakat. “Inisiatif mahasiswa dalam memanfaatkan sumber daya lokal menjadi produk yang ramah lingkungan menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga solusi nyata bagi masyarakat,” katanya. Ia menambahkan bahwa praktik sederhana seperti ini sejalan dengan upaya pembangunan berkelanjutan yang mendorong konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta penguatan ekonomi lokal berbasis potensi desa.
Pemanfaatan bahan alami sebagai alternatif produk kimia rumah tangga juga dinilai mendukung pola hidup sehat dan mengurangi ketergantungan pada bahan sintetis. Edukasi semacam ini menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan yang menempatkan aspek lingkungan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas bersama.

Melalui program KKN, Universitas Harapan Bangsa menegaskan komitmennya menghadirkan kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Inovasi sederhana dari daun pandan dan jeruk nipis ini menjadi contoh bahwa solusi berkelanjutan dapat dimulai dari lingkungan terdekat, dengan kolaborasi antara mahasiswa dan warga desa.
