Universitas Harapan Bangsa melalui Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Kesehatan menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan sebagai langkah strategis penguatan mutu pendidikan dan penyelarasan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, daring pada Jumat 9 Januari 2026 dan luring pada Sabtu 17 Januari 2026, dengan pusat kegiatan di Ruang Rapat Gedung D Fakultas Kesehatan Universitas Harapan Bangsa.

Workshop ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan eksternal, antara lain perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, praktisi kebidanan dari rumah sakit, puskesmas, klinik, dan praktik mandiri bidan, organisasi profesi Ikatan Bidan Indonesia Cabang Kabupaten Banyumas, serta tokoh masyarakat. Keterlibatan lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kurikulum yang disusun relevan dengan kebutuhan lapangan dan perkembangan kebijakan kesehatan nasional.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Universitas Harapan Bangsa, Ns. Murniati, S.Kep., M.Kep. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penyusunan kurikulum berbasis Outcome Based Education menjadi fondasi utama dalam menjamin mutu lulusan pendidikan tinggi kebidanan. Pendekatan ini menekankan ketercapaian kompetensi lulusan secara utuh, mencakup penguasaan pengetahuan, keterampilan profesional, serta sikap dan etika pelayanan yang dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Hari pertama workshop dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dengan menghadirkan narasumber utama Dr. Yanti, S.Keb., M.Keb., Wakil Direktur I STIKes Estu Utomo Boyolali. Selain berpengalaman dalam pengelolaan pendidikan tinggi kebidanan, narasumber juga merupakan anggota Kolegium Kebidanan Indonesia dan tim penyusun Kurikulum Pendidikan Profesi Bidan pada Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Indonesia. Materi yang disampaikan menekankan arah kebijakan nasional pendidikan kebidanan, standar kompetensi profesi bidan, serta tantangan pengembangan kurikulum di tengah dinamika pelayanan kesehatan.

Pada hari kedua, workshop dilanjutkan secara luring di Ruang Rapat Gedung D Fakultas Kesehatan Universitas Harapan Bangsa pada pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Peserta terlibat aktif melalui metode ceramah, diskusi, brainstorming, kerja kelompok, dan presentasi hasil. Fokus pembahasan meliputi struktur kurikulum, capaian pembelajaran lulusan, serta kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja dan pelayanan kebidanan yang terus berkembang.

Rektor Universitas Harapan Bangsa, Assoc. Prof. Dr. Yuris Tri Naili, S.H., KN., M.H., menilai workshop ini sebagai bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan kebidanan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia menyatakan bahwa penguatan kurikulum kebidanan tidak hanya berorientasi pada standar akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Menurutnya, pendidikan bidan yang bermutu merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui penyusunan kurikulum yang adaptif dan berbasis capaian pembelajaran, Universitas Harapan Bangsa berupaya mendukung agenda pembangunan kesehatan global yang menempatkan kesehatan ibu dan anak sebagai prioritas. Upaya ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang menekankan peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara inklusif.

Workshop ini diharapkan menghasilkan kurikulum Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan yang unggul, responsif terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan, serta mampu mencetak lulusan bidan yang kompeten, profesional, dan berdaya saing. Dengan demikian, Universitas Harapan Bangsa terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkontribusi nyata dalam peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

LPH

By LPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *